Mojokerto (beritajatim.com) – Puteri Anak Indonesia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi gencar mengkampanyekan permainan tradisional dan kebudayaan di Indonesia kepada anak-anak. Seperti yang dilakukan siswi kelas 7 SMP Elyon School Surabaya ini pada, Sabtu (10/12/2022).
Sebagai perwakilan dari Jawa Timur, gadis 12 tahun ini mengkampanyekan permainan tradisional yang ada di Museum Gubug Wayang Kota Mojokerto kepada anak-anak. Ini sesuai program yang ia gagas, permainan tradisional yang kini mulai dilupakan anak-anak seusianya.
Puteri bungsu pasangan Leo Christian Afandi dan Sherly Setiono ini mengajak sejumlah anak dan mengkampanyekan permainan tradisional yang ada di Museum Gubug Wayang. Seperti salah satu animasi ciptaan Drs Suyadi atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Pak Raden, Si Unyil.
Serial Si Unyil yang tayang di TVRI untuk pertama kalinya pada tanggal 5 April 1981 ino kembali diperkenalkan kepada anak-anak. Boneka Si Unyil dan tokoh lainnya, yaitu Usro, Ucrit, meilani, Pak Rade, Pak Ogah, Ableh, bahkan mbok Bariah menjadi salah satu koleksi Museum Gubug Wayang.
Puteri Anak Indonesia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengatakan, banyak budaya di Indonesia yang harus dilestarikan. “Museum Gubug Wayang di Kota Mojokerto ini menjadi tujuan pertama yang ingin saya perkenalkan dan kampanyekan ke pada anak-anak,” ungkapnya.
Museum Gubug Wayah dinilai cocok diperkenalkan atau dikampanyekan kepada anak-anak. Karena banyak anak-anak saat ini yang menurutnya tidak tahu karakter boneka Si Unyil yang menjadi tontonan favorit anak-anak para era 1980-1990an. Tidak hanya boneka Si Unyil namun juga koleksi lainnya.
“Banyak anak-anak yang tidak tahu tentang barang-barang yang ada di sini. Di sini koleksinya banyak dan ditata dengan rapi, anak-anak kalau ke sini pasti merasa lucu ternyata ada boneka yang namanya Si Unyil. Kan banyak seumuran Karina yang tidak tahu, Karina ingin lestarikan ini,” ujarnya.
Masih kata Karina, ia ingin menginspirasi anak-anak di Indonesia untuk mencintai dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Seperti wayang, topeng maupun boneka Si Unyil. Menurutnya Indonesia kaya akan budaya yang tidak dimiliki negara lain yang perlu dilestarikan.
“Seperti yang ada di Museum Gubug Wayang ini. Karina pinginnya ke tempat-tempat kayak gini, planningnya masih Jawa Timur dulu. Tetapi kalau Karina menemukan tempat seperti ini, Karina akan mengajak anak-anak untuk datang. Karina saat ini lagi mengangkat permainan tradisional,” katanya.
Dengan permainan tradisional, ia ingin membawa permainan tradisional ke seluruh sekolah di Indonesia. Beberapa hari lalu, ia membawa permainan tradisional ke sekolahnya untuk dikampanyekan ke teman-teman yang ada di sekolahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata=mojokerto”]
Sementara itu, Tour Leader Museum Gubug Wayang, Sa’dan mengatakan, pihaknya mengaku senang dengan adanya kunjungan Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 ke Museum Gubug Wayang. “Karena Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 ini dikenal luas,” tuturnya.
Dengan cara menampilkan atau mengajak anak-anak untuk berkunjung ke Museum Gubug Wayang, lanjut Sa’dan, budaya Indonesia ada generasi penerus yang tetap eksis menampilkan budaya Indonesia bukan budaya luar. Dengan hal itu, budaya Indonesia berkembang dan maju dengan cara dilestarikan generasi ke generasi.
Sekedar diketahui, Museum Gubug Wayang terletak di Jalan RA Kartini Kota Mojokerto ini buka mulai pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB, dari hari Selasa sampai Minggu. Tiket masuk di hari Sabtu-Minggu, untuk dewasa sebesar Rp30 ribu, anak-anak Rp20 ribu. Hari biasa, dewasa Rp25 ribu, anak-anak Rp20 ribu. [tin/but]







