Tuban (beritajatim.com) – Maraknya aksi konvoi atau arak – arakan di jalan wilayah Kabupaten Tuban oleh anggota perguruan silat, Kapolres Tuban pastikan bukan karena dampak penertiban tugu silat di wilayah Jawa Timur.
Menurut Kapolres Tuban AKBP Suryono bahwa puluhan anggota silat yang diamankan akibat konvoi di jalan dan tidak ada kaitannya dengan penertiban tugu.
“Tidak ada kaitannya, ini beda, kalau soal tugu-tugu yang kita tertibkan adalah tugu – tugu yang dibangun di atas tanah negara,” ucap AKBP Suryono.
Ia menjelaskan, semua pembangunan di tanah negara tentu ada aturan hukum yang tidak diperbolehkan dengan adanya pembangunan – pembangunan, apabila ada maka bangunan tersebut sama saja dengan bangunan liar.
“Jadi Pemerintah Kabupaten berkewajiban untuk merobohkan atau menghilangkan Tugu tersebut dan TNI/Polri hanya sifatnya mengawal kegiatan penertiban itu,” terang Suryono.
Baca Juga: Pendekar Silat Nangis Usai Dijemput Ortu di Polres Tuban
Lanjut, jika bangunan tersebut di tanah negara dibiarkan maka nantinya banyak masyarakat yang juga akan membangun di tanah milik negara.
“Kalau sudah banyak dibangun dimana – mana nanti malah rusuh lagi, maka dari itu, sebelum banyak kita imbau untuk dibongkar,” kata Suryono.
Bahkan imbauan tersebut langsung dari ketua IPSI Jawa Timur bukan Kapolres maupun Kapolda. “Jadi ini tidak ada kaitannya dengan konvoi,” pungkasnya. [ayu/ted]






