Sumenep (beritajatim.com) – Seseorang tak dikenal yang terlihat mondar-mandir tak jauh dari lokasi ledakan di Dusun Laok, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, awalnya sempat menimbulkan kecurigaan. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sumenep menyatakan secara tegas sosok misterius tersebut tak terkait dengan ledakan.
Atnawi (53), warga setempat, mengaku tengah beristirahat di musala sambil menjaga toko milik Seliha, tak jauh dari lokasi ledakan. Kebetulan toko sedang tutup. Lokasi toko berada di tempat sepi dan jauh dari pemukiman penduduk.
Berselang dua jam, Atmawi melihat ada pengendara sepeda motor yang tidak dikenal sedang mondar mandir di dekat toko milik Seliha. Atmawi pun curiga. Ia kemudian memindahkan sepeda motornya ke belakang musala, sambil mengamati gerak-gerik orang yang mencurigakan itu. Atmawi kemudian tidur-tiduran di gardu belakang musala, sambil menelepon seseorang. Tiba-tiba terdengar ledakan keras.
Namun Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko memastikan seseorang yang disebut-sebut mencurigakan karena mondar-mandir itu tidak terkait dengan ledakan di sebuah rumah kosong.
“Saksi A ini mengamati orang yang mondar-mandir itu di samping rumah kosong ini. Ternyata ledakan itu berasal dari rumah kosong ini, tidak di tempat orang yang dinilai mencurigakan itu,” terang Kapolres.
Pada Selasa (02/01/2024) malam, terjadi ledakan di Dusun Laok, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura. Ledakan itu berasal dari sebuah rumah kosong. Dalam peristiwa ledakan itu, seorang warga bernama Atnawi (53) atau Pak Wi, terluka di bagian leher terkena imbas ledakan.
“Kami telah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa ledakan tersebut. Sementara di lokasi kejadian, telah dipasang ‘police line’ agar warga tidak melintas dan memudahkan penyelidikan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ledakan itu berasal dari benda atau bahan-bahan di rumah kosong itu, atau justru sengaja dilakukan pihak lain.
“Kami belum bisa menyimpulkan, karena pemilik rumah masih dalam pengejaran. Tetapi kami menduga, ledakan itu berasal dari bubuk potasium yang digunakan sebagai bahan bom ikan,” terangnya. [tem/aje]






