Ngawi (beritajatim.com) – Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengapresiasi warga dan relawan yang tanggap menebang pohon dan mengevakuasi kabel listrik pasca angin puting beliung melanda wilayah Ngawi salah satunya di wilayah Kasreman.
Sejumlah warga setempat dibantu relawan mengevakuasi kabel listrik dan menebang pohon untuk mengantisipasi adanya angin kencang dan mencegah agar tidak tumbang dan membahayakan warga, Selasa (12/10/2022).
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera diwakili Plt. Kasi Humas Polres Ngawi Ipda Dian Ambarwati menyebutkan bahwa usai mendengar adanya inisiatif masyarakat tersebut, Kapolres AKBP Dwiasi memerintahkan personilnya untuk turut membantu masyarakat.
“Bapak Kapolres Ngawi menurunkan para personel untuk membantu masyarakat mengevakuasi penebangan pohon dan kabel listrik yang dilakukan bersama pekerja PLN, relawan dan TNI agar tetap aman dan lancar, ” kata Ipda Dian, Rabu (12/10/2022)
Pihak kepolisian turut mengajak relawan, anggota Posramil dan Polsubsektor Kasreman yang telah melakukan evakuasi tersebut makan siang bersama, selain itu Kapolres Ngawi juga memberikan apresiasi dengan memberikan uang tunai kepada relawan Ranger
“Hal tersebut juga merupakan wujud perhatian dan terima kasih pihak kepolisian terutama Kapolres Ngawi terhadap masyarakat yang telah bersedia bergotong royong melakukan evakuasi penebangan pohon,” kata Dian.
Diketahui, wilayah Kasreman jadi salah satu wilayah yang terdampak puting beliung. Setidaknya, menurut catatan Polsubsektor Kasreman ada tiga rumah warga yang ambruk imbas puting beliung yang melanda pada Sabtu (8/10/2022). Tak hanya itu, puluhan pohon tumbang.
Polisi mengimbau masyarakat untuk melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi/sungai, memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh/lapuk, menertibkan baliho semi permanen serta selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi.
Hal itu merujuk pada rilis resmi BMKG Juanda pada Senin (10/10/2022), wilayah Ngawi masuk dalam kawasan yang diperkirakan bakal terjadi cuaca ekstrem hingga 16 Oktober 2022. (fiq/ted)






