Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri melakukan pengecekan gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Tropodo Kecamatan Magersari. Pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan yang dapat mempengaruhi penyimpanan logistik Pilkada Serentak 2024.
“Adapun pengecekan ini, kami lakukan untuk memastikan tidak adanya permasalahan atau gangguan yang dapat mempengaruhi proses penyimpanan dan distribusi logistik selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 berlangsung,” ungkapnya, Senin (4/11/2024).
Pengecekan tersebut juga untuk memastikan kesiapan logistik menjelang Pilkada Serentak 2024, 27 November 2024 mendatang. Daniel menekankan pentingnya keamanan dan keadaan logistik Pilkada, termasuk kotak suara dan alat peraga. Ia meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga integritas dan transparansi selama proses Pilkada Serentak 2024.
“Untuk antisipasi kejadian tidak diinginkan, kami telah memploting khusus anggota untuk melakukan penjagaan di kantor KPU selama 24 jam. Selain itu, juga perlu sosialisasi kepada warga sekitar agar tidak membakar sampah di sekitar gudang logistik. Kami sudah berkoordinasi dengan KPU untuk pengamanan gedung ini,” katanya.
Instalasi kelistrikan di gudang logistik juga tak luput dari pengecekan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir adanya korsleting yang dapat memicu kebakaran dan dimungkinkan koordinasi dengan PLN. Kapolres juga berpesan kepada petugas jaga di gudang logistik agar selalu waspada terhadap situasi yang ada.
“Kita tidak boleh underestimate, walau situasi di Kota Mojokerto relatif aman. Kita harus selalu waspada dan jangan lengah,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Mojokerto Usmuni menjelaskan, proses pengamanan dan pengawasan logistik telah dilakukan secara ketat. Menurutnya, pelipatan kertas suara akan dilakukan secara detail untuk memastikan semua wilayah mendapatkan surat suara yang diperlukan.
“Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama antara kepolisian dan KPU untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2024 yang aman dan demokratis di Kota Mojokerto. Diharapkan dengan sinergi yang baik, partisipasi masyarakat dalam Pemilu, 27 November mendatang dapat meningkat,” pungkasnya. [tin/beq]






