Magetan (beritajatim.com) – WW (39) kabur usai menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Magetan pada Selasa (24/1/2024). Pelariannya ke Jawa Tengah terendus petugas dan kini dia kembali ditangkap pada Kamis (25/1/2024)
Kapolres Magetan AKBP Satria Permana mengatakan, pihaknya bersama tim dari Kejaksaan Negeri Magetan menangkap terdakwa kasus oencabulan anak itu di sebuah rumah milik Karno yang merupakan guru spiritual WW di Desa Barepan Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten.
“Nah, saat tersangka kabur pada Selasa (23/1/2024) sekitar jam 12.57 WIB itu, memang membuka gembok dengan alat tertentu. Jadi dia ini kerap menonton di media sosial untuk tahu tutorial membobol gembok dan lain-lain,” kata Satria dalam konferensi pers di Mako Polres Magetan, Kamis (25/1/2024).
“Setelah berhasil keluar, ini bersembunyi kemudian baru mencari kerabat untuk minta makan dan minta uang. Kemudian, diantar ke terminal bus. Barulah terdakwa ini menuju ke Jawa Tengah, ke rumah guru spiritualnya di Cawas Klaten, naik ojek,” lanjut mantan Kapolres Pamekasan itu.
Setelah sampai di rumah guru spiritual, petugas pun segera menghampiri WW dan kemudian segera mengamankannya. Hingga akhirnya WW Mengaku bahwa memang dia tahu cara membobol gembok dari tutorial di medsos.
“Terkait penambahan hukuman atau konsekuensi yang diterima, akan dipertimbangkan di pengadilan,” pungkas Satria.
Sebelumnya diberitakan, terdakwa yang kabur dari sel tahanan Pengadilan Negeri Magetan ditangkap pada Kamis (25/1/2024) pukul 01.30 WIB. Pria berinisial WW itu mengaku jika sempat ngumpet di Kali Gandong yang jaraknya sekitar 200 meter dari kantor pengadilan.
“Saya sembunyi di Kali Gandong. Di pinggir sungai itu saya sembunyi. Seharian penuh saya di situ. Kemudian baru pergi lagi,” kata WW.
Selanjutnya, dia menemui sejumlah kerabat. Ada yang menolak memberikan bantuan. Hingga akhirnya, ada kerabat yang tak tahu jika dia adalah terdakwa atas kasus pencabulan terhadap anak. WW pun mendapatkan bantuan makan dan uang.
Pada Rabu (24/01/2024) petang, dia diantar ke terminal bus dan kemudian naik bus menuju ke Klaten. Pada saat sampai Klaten, dirinya naik ojek untuk sampai ke Desa Barepan Kecamatan Cawas. Dia menuju rumah Karno, yang merupakan guru spiritual WW.
“Saya ke sana buat bertanya. Setelah semua itu saya harus bagaimana,” kata WW.
Namun, upaya pelariannya terendus petugas gabungan. WW pun tak kuasa melawan saat petugas datang dan menjemputnya untuk menjalani proses hukum di Magetan.
Sebelumnya, terdakwa kasus rudapaksa terhadap anak yang kabur dari PN Magetan sudah tertangkap pada Kamis (25/1/2024) pukul 01.30 WIB.
Pria berinisial WW (39) warga Kelurahan Manisrejo Kecamatan Karangrejo Magetan itu diamankan di rumah S di desa Barepan Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. S merupakan guru spiritual WW.
Pelarian WW tercium pihak petugas gabungan Kejaksaan Negeri Magetan dan Polres Magetan. Polisi awalnya mendapatkan permintaan Korps Adhyaksa untuk mencari WW di Magetan, Ngawi, dan Kota Madiun. Serta, Kabupaten Klaten, Blora, dan Pemalang Jawa Tengah.
Hingga akhirnya, petugas mendapat informasi jika setelah kabur dari PN Magetan pada Selasa (23/01/2024), WW kabur ke Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Dia menemui guru spiritualnya di Desa Barepan. Pun, petugas langsung mengamankan WW di lokasi tersebut tanpa perlawanan.
“Saat ini terdakwa sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri. Detailnya nanti disampaikan di press rilis,” kata Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo.
Diketahui, WW (39) salah seorang terdakwa rudapaksa anak kabur dari ruang tahanan Pengadilan Negeri Magetan, pada Selasa (23/1/2024) pukul 12.57 WIB.
Kasi Intelijen Kejari Magetan Muh Andy Sofyan mengatakan, kejadian berawal saat Terdakwa menjalani sidang dengan agenda Pemeriksaan Saksi, dilanjutkan dengan Pemeriksaan Terdakwa yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 11.20 WIB, Terdakwa selesai menjalani sidang dan diantar kembali menuju ke ruang tahanan dalam keadaan gembok pintu tahanan telah terkunci.
“Selanjutnya pada pukul 12.57 WIB Terdakwa yang sudah mempersiapkan alat dari Rutan Magetan kemudian membuka kunci gembok pintu tahanan tersebut sehingga Terdakwa berhasil keluar dengan melepas baju tahanan warna putih dan berganti mengenakan kaos warna hitam yang sebelumnya sudah digunakan Terdakwa sebagai baju dalaman sejak dari Rutan Magetan,’” terang Andy.
Setelah berhasil membuka kunci pintu tahanan, Terdakwa atas nama Wisnu Wijaya berjalan keluar pintu tahanan menuju arah samping kiri pintu keluar Pengadilan Negeri Magetan. Pada saat Terdakwa menuju arah kiri pintu keluar Pengadilan Negeri Magetan, Terdakwa sekilas terlihat oleh Pengawal dari Pengawalan Kepolisian Polres Magetan namun dibiarkan saja karena dikira Terdakwa adalah pembesuk tahanan.
“Menurut CCTV Pengadilan Negeri Magetan, setelah Terdakwa berhasil melompati pagar sebelah kiri tersebut dan menuju Kantor Pajak. Security Kantor Pajak kemudian melaporkan kepada Security Pengadilan Negeri Magetan bahwa ada orang berbaju hitam sedang berlarian menuju jalan raya,” lanjutnya.
Selanjutnya Security Pengadilan Negeri Magetan menginformasikan kepada pihak Pengawal dari Pengawalan Kepolisian Polres Magetan lalu dilakukan pengecekan tahanan sekitar pukul 13.08 WIB dan diketahui bahwa kondisi gembok pintu tahanan telah terbuka dan Terdakwa atas nama Wisnu Wijaya sudah tidak berada di ruang tahanan. [fiq/beq]






