Magetan (beritajatim.com) – Jelang pelaksanaan mudik lebaran 2024, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Magetan melakukan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kapolres Magetan AKBP Satria Permana menekankan pentingnya kelancaran dan keamanan pasokan bahan bakar bagi para pemudik. Patroli dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik kecurangan di SPBU, seperti manipulasi meteran dispenser bahan bakar minyak (BBM).
“Kami imbau kepada pengusaha SPBU untuk tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan konsumen dan masyarakat. Kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas, seperti penyegelan, pidana, hingga denda bagi SPBU yang ditemukan mencurangi meteran,” tegas AKBP Satria.
Patroli dialogis juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas di SPBU, seperti penimbunan BBM atau antrean panjang yang berpotensi menimbulkan keributan.
Satria mengungkapkan bahwa modus kecurangan yang biasa dilakukan oleh oknum SPBU adalah dengan menggunakan alat tambahan untuk mencurangi meteran pengisian BBM pada dispenser. “Modus lainnya adalah dengan memanfaatkan sistem digital untuk memanipulasi meteran,” jelas AKBP Satria.
Kecurangan ini dapat merugikan konsumen karena mereka tidak mendapatkan BBM yang sesuai dengan jumlah yang dibayarkan. Hal ini dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu kelancaran mudik Lebaran.
Oleh karena itu, patroli dan pengawasan SPBU akan terus dilakukan oleh Polres Magetan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pasokan bahan bakar bagi para pemudik.
Diketahui, ada 19 titik SPBU di Magetan yang tersebar di 18 kecamatan di Magetan. Tak hanya SPBU, tapi ada pula Pertashop yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi BBM dengan harga yang sama dengan yang dijual di SPBU.
Sinergi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga dilakukan untuk mengecek seluruh SPBU di wilayah Magetan. Hal ini untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan BBM yang sesuai dengan jumlah yang dibayarkan. [fiq/kun]






