Lamongan (beritajatim.com) – Tim MLBB ESI Lamongan berhasil masuk ke Grand Final 8 besar. Tim ini akan kembali beradu kemampuannya di tingkat regional dalam Piala Kapolda Jawa Timur E-Sports Competition 2023, yang bakal berlangsung di Gedung Mahameru Polda Jatim, pada 30 Juni 2023 mendatang.
Diketahui, Tim MLBB ESI Lamongan yang membawa nama Polres Lamongan ini berhasil meraih tiket ke Grand Final 8 besar tingkat regional Jawa Timur usai membekuk lawan-lawannya, yakni ESI Tuban, Baru dan Mojokerto selama 2 hari sebelumnya, di Gedung SKJ Mapolres Lamongan.
Atas hasil ini, Kasat Resnarkoba Polres Lamongan AKP Aris Harianto menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, tim ESI Lamongan yang diterjunkan dalam kompetisi ini telah tampil dengan performa yang sangat baik.
“Alhamdulillah, ESI Lamongan yang membawa Polres Lamongan berhasil melaju ke Grand Final 8 besar Piala Kapolda Jatim pada tanggal 30 Juni mendatang,” Kata AKP Aris, Selasa (27/06/2023).
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Kawedanan Magetan, Remaja Putri Meninggal
Aris juga menjelaskan, kompetisi Esport yang digelar ini masuk dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-77. Dia menyebut, kompetisi ini dimaksudkan sebagai ajang untuk menggali potensi generasi millenial agar semakin berprestasi dan terhindar dari bahaya Narkotika.
“Di Hari Bhayangkara ke-77 ini, kami mengajak kaum millenial untuk berprestasi serta memberi preventif edukatif ke kelompok pemuda yang rentan terpapar Narkoba, Radikalisme, Intoleransi dan kejahatan Siber,” terangnya.
Lebih lanjut, Aris berkata bahwa tim MLBB Lamongan di Grand Final 8 besar nantinya akan dipertemukan dengan pemenang MLBB antara tim perwakilan dari Polres Jember dan tim dari Polres Ngawi yang kini masih berebut tiket ke Grand Final 8 besar.
Baca Juga: Dosen Fakultas Sastra UM Rilis Novel Dawai Sunyi
Aris berharap, perjuangan tim MLBB ESI Lamongan di Grand Final mendatang bisa diberikan kelancaran, sehingga mampu keluar sebagai juara pertama sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Lamongan.
“Semoga perjuangan teman-teman nanti bisa membuahkan hasil manis dan mampu keluar sebagai pemenang,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum ESI Lamongan, Faisol Ahmad menuturkan bahwa sebanyak 32 tim sebelumnya telah bertanding di tahap kualifikasi. Dari jumlah itu, kemudian dipertandingkan kembali menjadi 16 besar dan berlanjut ke 8 besar.
“ESI Lamongan melaju bersama 32 tim, kemudian menjadi 16 tim hingga berhasil ke Top 8 atau 8 besar,” kata Faisol Ahmad.
Baca Juga: Hotel di Nganjuk Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Sekitar
Adapun tim yang masuk ke Grand Final 8 besar di Mapolda Jatim itu, sebut Faisol, di antaranya Polresta Malang melawan Polresta Kediri, Polrestabes Surabaya melawan Polresta Blitar, Polresta Mojokerto melawan Polres Trenggalek, dan Polres Lamongan melawan Polresta Probolinggo.
Akan tetapi, menurut Faisol, Komite Wasit ESI Jatim dan Panitia Technical Delegate Kapolda Jatim Esports Competition 2023 memutuskan bahwa Tim ESI dari Polresta Probolinggo telah didiskualifikasi karena urusan sportifitas saat bertanding.
“Hasil regulasi memang sedikit berubah. Kami menunggu pemenang MLBB antara Polres Jember dan Polres Ngawi untuk menjadi lawan Polres Lamongan di Grand Final Kapolda Cup,” tandasnya.
Sebagai informasi, untuk bisa mewakili Polres Lamongan di Perempat Final Kapolda Cup, sebelumnya ada 8 Tim PUBG dan 28 MLBB se-Kabupaten Lamongan yang unjuk gigi. Tim terbaik dari Lamongan itu lalu melawan 39 tim terbaik dari masing-masing jajaran Kepolisian Resort se-Jawa Timur.
Baca Juga: Kaos Prabowo dan Senyum Buruh Tani di Pinggiran Desa
Kompetisi E-Sport Kapolda Jatim bertajuk ‘Pemilu Damai Dan Jawa Timur Bebas Narkoba’ ini memperebutkan hadiah dengan total Rp 100 juta untuk 2 kategori game, yakni PUBG dan MLBB. Para peserta dalam kompetisi ini didominasi oleh Gen Z dan millenial. [riq/ian]






