Jember (beritajatim.com) – Memasuki awal April 2026, program Food Street di Jalan Kartini, Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum dimulai. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jember masih mematangkan semua persiapan.
“Sarana berupa gerobak sudah terealisasi. Hanya saja, sarana lain berupa lampu, meja kecil, kursi kecil untuk pengunjung itu kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. Petunjuk Gus Bupati itu untuk disegerakan sebenarnya,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jember, Sartini, ditulis Sabtu (4/4/2026).
Rencananya Food Street Jalan Kartini akan ditempati pedagang yang menjual minuman segar, makanan ringan, dan makanan berat. “Kalau untuk makanan berat, sarana dan prasarananya sudah kita berikan. Waktu pelatihan kita berikan celemek, handbag untuk mereka menerima uang,” kata Sartini.
Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jember juga sudah memfasilitasi pembukaan rekening di Bank Jatim untuk pembayaran nontunai atau cashless melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
“Itu bisa real time, bisa langsung diambil. Misalnya ada transaksi masuk, selang beberapa menit bisa langsung diambil ke ATM untuk dia belanja kulakan lagi,” kata Sartini.
Berdasarkan pemetaan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jember, kurang lebih ada seratus pedagang yang akan menempati Food Street Jalan Kartini. “Hanya saja kalau nanti ada tambahan meja kursi kecil, mungkin bisa jadi berkurang jumlahnya,” kata Sartini.
Berdasarkan pemetaan pertama, antar gerobak berjarak satu meter. “Itu dapatnya tidak sampai 100 pedagang di sebelah barat dan sebelah timur jalan. Kalau pemetaan kedua, setiap dua gerobak berjarak satu meter itu dapatnya kurang lebih 100 lapak. Kalau setiap tiga gerobak berjarak satu meter itu dapatnya kurang lebih 140-an,” kata Sartini.
Pemetaan ini sudah memperhatikan akses masuk Rumah Sakit Panti Siwi, gereja, dan sekolah. Saat perayaan hari besar keagamaan, para pedagang diminta tidak berjualan.
“Insyaallah itu nanti sesuai rencana, ketika itu jadi Food Street, jalan itu hanya satu arah dari selatan dan kendaraan tidak boleh berhenti,” kata Sartini. Nantinya ada lokasi kantong parkir tersendiri yang diatur Dinas Perhubungan Jember.
Namun Food Street nantinya tak hanya terkonsentrasi di Jalan Kartini. Rencananya Food Street juga dibuka di kawasan Stasiun Jember, Jalan Wijayakusuma, dan sebagian Jalan Gatot Subroto. Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan sudah menyiapkan anggaran untuk sarana tahun ini. [wir/kun]






