Sidoarjo (beritajatim.com) – Kanwil Kemenkumham Jatim terus mendukung Lapas l Surabaya di Porong Sidoarjo yang memiliki program Latubaya Produktif dengan 15 program unggulan untuk membekali keterampilan narapidana.
“Salah satu amanat kunci dalam UU Pemasyarakatan yang baru adalah peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Untuk itu kami dorong 25 lapas jajaran untuk menaikkan standar pembinaan dengan menaikkan status bengkel kerja menjadi Balai Latihan Kerja,” kata Kakanwil Kemenkumham Jatim Imam Jauhari Rabu (3/5/2023).
Imam menjelaskan, peningkatan status tempat pembinaan akan dibarengi dengan peningkatan kualitas skill yang didapatkan dan dimiliki oleh para narapidana. “Lulus dari pelatihan sampai akhir, kami akan keluarkan sertifikat keahlian, sehingga ketika bebas nanti warga binaan bisa melampirkannya sebagai bahan pertimbangan saat mencari pekerjaan,” harapnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/kecelakaan-beruntun-di-jombang-2-orang-meninggal/
Dia menyebutkan, salah satu lapas yang selama ini intensif dalam pembinaan keterampilan adalah Lapas I Surabaya di Porong. Melalui program Latubaya Produktif, lapas memberikan pembinaan kemandirian ketrampilan kepada seluruh warga binaan guna menciptakan warga binaan yang mandiri, terampil, dan kompeten.
“Harapnnya, ketika bebas mereka memiliki bekal untuk bekerja maupun berwirausaha ketika selesai menjalani masa pidana,” imbuhnya.
Sementara, Kalapas l Surabaya Jalu Yuswa Panjang mengungkapkan bahwa untuk menunjang kegiatan kemandirian ketrampilan pihaknya menggandeng beberapa mitra pelatihan dan mitra produksi yang di tandai dengan penandatanganan MoU. “Kita ada 15 program unggulan Latubaya Produktif sebagai penunjang ketrampilan dan kemandirian warga binaan disini,” jelasnya.

Adapun 15 pembinaan kemandirian ketrampilan yang ada di Lapas Kelas I Surabaya yang menjadi program unggulan Latubaya Produktif antara lain:
1. Produksi mebelair yang bekerja sama dengan PT Bahari Mitra Surya (BMS), yang hasil produksinya hingga ekspor ke berbagai negara.
2. Sandaran kursi yang bekerja sama dengan CV. Mitra Saudara
3. Tahu Nigarin yang bekerja dengan CV. Nigarin Indonesia merupakan satu-satunya tahu yang memakai sari air laut bukan cuka.
4. Es batu kristal yang bekerja sama dengan CV Cipta Anugerah
5. Pertanian
6. Perikanan
7. Penjahitan
8. Laundry
9. Bengkel besi dan las
10. Sablon
11. Barbershop
12. Membatik
13. Jamur tiram
14. Kerajinan tangan
15. Kewirausahaan
“Di bidang wirausaha sendiri warga binaan warga binaan diajari berjualan aneka masakan olahan higenis yang ada di kantin pujasera,” urainya.
Masih kata Jalu, sebelum warga binaan mendapatkan pembinaan kemandirian ketrampilan, mereka harus menjalani proses assessment dan pengisian form bakat dan minat terlebih dahulu. Baru kemudian di usulkan dalam sidang TPP. “Program Latubaya Produktif diikuti sekitar 34% narapidana dari total 1.549 penghuni,” rincinya.
Selain dilakukan pembinaan kemandirian ketrampilan, Lapas Kelas I Surabaya juga memasarkan produknya melalui mitra produksi, penjualan secara langsung kepada petugas, masyarakat maupun warga binaan. Bahkan pihak lapas sering mengikuti pameran guna meningkatkan omset dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Tingkat omset kami sekarang sekitar Rp 323 juta, ini merupakan sebuah peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 273 juta,” hitung Jalu.
Oleh karena itu, Jalu dan jajarannya akan terus berkomitmen dan berkontribusi dalam melakukan program kemandirian ketrampilan guna menjembatani warga binaan dengan lingkungannya sosial. “Mari kita bangga menggunakan produk hasil karya warga binaan yang tidak kalah dengan produk lainnya,” ajak Jalu. (isa/kun)






