Ponorogo (beritajatim.com) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo terus mengintensifkan sinergi lintas sektor sebagai bagian dari upaya serius mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia (TPPM).
Salah satu strategi utama yang dioptimalkan adalah peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), yang kini didorong menjadi garda terdepan di tingkat desa.
Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Happy Reza Dipayuda menegaskan bahwa ancaman TPPO dan TPPM bisa berasal dari berbagai arah, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.
“Korban bisa warga sendiri. Bahkan pelakunya juga bisa warga kita,” kata Happy dalam kegiatan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan lintas instansi, Selasa (20/5/2025). Acara ini dihadiri perwakilan Kesbangpol, Dispendukcapil, Disnaker, Camat, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.
Menurut Happy, pencegahan bisa dilakukan melalui dua pendekatan utama: preventif dan represif. Pencegahan dini dinilai krusial dan dapat dilakukan lewat edukasi, pelatihan, serta pertukaran informasi antarinstansi.
“Untuk upaya represif, dilakukan melalui penyidikan keimigrasian dan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK),” jelasnya.
Kerja sama antara petugas imigrasi dan aparat desa menjadi poin penting dalam strategi ini. Kolaborasi erat dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas disebut sebagai langkah strategis guna menjangkau masyarakat secara langsung dan menyebarluaskan informasi mengenai keimigrasian.
“Fungsi PIMPASA bisa diperkuat melalui kerja sama ini. Mereka menjadi garda terdepan di desa,” ungkap Happy.
Pertukaran informasi dari tingkat desa dinilai sebagai bagian dari sistem peringatan dini yang sangat penting. Deteksi awal terhadap potensi kasus TPPO dan TPPM bisa menjadi kunci agar warga tidak terjerumus dalam jebakan sindikat.
Happy juga menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat terkait prosedur resmi pengurusan paspor dan proses kerja ke luar negeri. Pemahaman yang benar akan meminimalisasi risiko menjadi korban perdagangan orang.
“Dengan pemahaman yang benar, warga bisa menghindari jadi korban perdagangan orang,” pungkasnya. [end/suf]






