Sumenep (beritajatim.com) – Jemaah calon haji Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam kloter 36 sudah bergeser ke Makkah setelah menyelesaikan ibadah arbain di Madinah.
“Setiba di Makkah, kami mulai melaksanakan umroh wajib. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Ketua Kloter 36, M. Ali Humaidy, Jumat (16/06/2023).
Ia menjelaskan, secara umum kondisi kesehatan jemaah kloter 36 sehat. Meski ada beberapa jemaah yang mulai terserang flu, batuk, pilek, tetapi secara keseluruhan baik dan mampu melaksanakan ibadah.
“Jumlah jemaah lansia di kloter 36 tidak terlalu banyak. Sekitar 35 orang. Selain itu ada beberapa yang masuk jemaah risti atau risiko tinggi. Mereka mendapatkan perhatian ekstra dari para petugas haji,” ujarnya.
Ia menceritakan, di hotel tempat jemaah kloter 36 menginap, kamar hotel petugas haji ‘disulap’ menjadi klinik kesehatan. Di klinik mini itu, jemaah haji yang tidak enak badan bisa berkonsultasi dengan tim kesehatan kloter.
“Di hotel kebetulan tidak ada klinik kesehatan. Karena itu kami berinisiatif membuat seperti klinik mini. Ada tim kesehatan kloter yang ‘stand by’. Selain itu juga ada ketua kloter, ketua regu, dan tim pembimbing ibadah haji,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila sakit yang dialami jemaah tidak bisa ditangani di ‘klinik mini’, maka jemaah akan dibawa ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kemarin ada jemaah yang ke klinik mini karena batuk pilek. Sudah diberi obat oleh tim kesehatan haji. Ada juga satu jemaah yang dibawa ke KKHI. Memang termasuk jemaah risti. Semoga saja kondisinya membaik setelah mendapatkan perawatan,” ucapnya.
BACA JUGA:
Jemaah Haji Kota Blitar Meninggal Serangan Jantung di Mekkah
Jemaah haji Sumenep tergabung dalam kloter 7, 8, dan 36. Untuk kloter 7 orang terdiri dari 438 jemaah, kloter 8 terdiri dari 238 jemaah, dan kloter 36 yang merupakan kuota cadangan terdiri dari 165 jemaah asal Sumenep. Selebihnya gabungan dari beberapa kabupaten lain. (tem/kun)






