Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan telah menetapkan kalender event 2024. Di dalamnya terdapat 33 event yang bakal digelar dengan mengolaborasikan seluruh potensi, mulai dari pariwisata, seni budaya, hingga ekonomi kreatif.
“Di kalender event 2024 terdapat 33 event dalam rangkaiannya. Seluruhnya kami kolaborasikan mulai dari potensi wisata, seni budaya hingga ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Lamongan,” kata Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/1/2024).
Rubikah menjelaskan, seluruh potensi tersebut digabungkan sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor. Hal itu bertujuan untuk mempertegas potensi Kabupaten Lamongan, sekaligus sebagai bentuk realisasi program prioritas pariwisata ramah dan terintegerasi (Rama Shinta).
“Kalender event ini juga digunakan sebagai media untuk memantik kunjungan wisata di Kabupaten Lamongan. Kinerja kalender event dapat dilihat dari meningkatnya kunjungan wisata Kabupaten Lamongan pada tahun 2023 lalu. Tercatat ada 93.254 wisatawan nusantara yang menghadiri pagelaran event tahun 2023 lalu,” terangnya.
Tak cukup itu, tutur Rubikah, peningkatan juga terjadi pada angka kunjungan destinasi wisata di Lamongan. Pada tahun 2023, terdapat 4,8 juta wisatawan nusantara dan 541 wisatawan mancanegara yang berkunjung. Sedangkan pada tahun 2022 tercatat ada 4,7 juta wisatawan nusantara dan 97 wisatawan mancanegara.
Lebih lanjut, Rubikah mengungkapkan bahwa kalender event tahun 2024 ini akan dibuka dengan event Ruwahan Sendangduwur, tepatnya pada bulan Februari mendatang. Selanjutnya di bulan Maret ada Haul Sunan Drajat, Pawai Ogoh-Ohoh, Ramadhan Fashion Parade, Festival Patrol, dan sebagainya.
“Kalender event akan dilangsungkan pertama kali di bulan Februari 2024. Rangkaiannya akan berlangsung hingga Desember nanti. Adapun event baru yang akan kita laksanakan, yaitu Lamongan Eksportiva, Ramadhan night trip adventure trail dan bakti social mushola, serta launching museum daerah,” sebutnya.
Pihaknya menambahkan, pada tahun 2024 ini juga dilakukan launching program pariwisata terintegrasi, yakni pilot project terhadap wisata-wisata yang memiliki embrio potensi dan akan diintegerasikan menjadi satu paket wisata, yang di dalamnya berisi kuliner, alam, ekonomi kreatif dan budaya.
“Program tersebut menjadi realisasi Rama Shinta. Seperti contohnya tahun 2023 kita sudah mendampingi 9 desa wisata, itu nanti akan kita jadikan satu paket dengan pusat sentra oleh oleh sebagai ekonomi kreatif, wisata kuliner, dan lainnya. Jadi paket yang kita siapkan dapat dijadikan rekomendasi untuk para wisatawan yang akan datang,” pungkasnya. [riq/ian]






