Surabaya (beritajatim.com) – Liverpool sedang dalam penampilan terbaik mereka. Terutama para pemain di lini serang. Salah, Jota, dan Mane terus menerus mencetak gol dari satu pertandingan ke pertandingan yang lain. Mereka pun tak terkalahkan dalam 25 pertandingan terakhir. Pencapaian yang berhasil diputus West Ham.
Di laga lanjutan pekan ke-11 Premier League, pasukan Jurgen Klopp harus menerima kekalahan dari salah satu klub asal London, West Ham United. Tidak sekadar menang, selama pertandingan West Ham benar-benar membuat pemain Liverpool kesulitan mengembangkan permainan.
Hal ini tidak lepas dari keputusan mereka yang menerapkan strategi zonal marking dengan garis blok sedang. Alih-alih menumpuk pemain di lini pertahanan, West Ham lebih memilih untuk menumpuk pemain di lini tengah. Setidaknya ada lima pemain yang aktif bergerak di lini tengah. Dengan pressing ketat ketika bola mulai melewati garis tengah lapangan.
Strategi ini terbukti berhasil membuat pemain-pemain Liverpool kesulitan membawa bola dan mengalirkan bola di lini tengah. Memaksa Liverpool sering melakukan umpan-umpan jauh ke sayap-sayap mereka yang di isi oleh Mane di kiri dan Salah di kanan.
Berkat strategi ini pula West Ham berhasil mendapatkan gol. Dengan menerapkan pressing ketat di lini tengah mereka bisa sesegera mungkin merebut bola dan langsung melakukan serangan balik. Gol pertama mereka juga berawal dari keberhasilan marebut bola dari lini tengah kemudian melakukan transisi cepat melakukan serangan balik.
Serangan di menit-menit awal itu kemudian membuahkan tendangan sepak pojok. Diapit ketat dua pemain West Ham, Alisson Bekker tak mampu mengantisipasi sepakan pojok dengan baikdan bola masuk ke gawangnya sendiri.
Gol itu sempat dikecam para pemain Liverpool karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap Allison. Namun VAR menunjukkan tidak ada pelanggaran, sehingga gol tetap jadi milik West Ham.
Anak asuh Jurgen Klopp punya peluang emas untuk samakan skor usai mendapat tendangan bebas dari depan kotak penalti. Mohamed Salah yang dilanggar Declan Rice pada daerah yang berbahaya pun tidak menyia-nyiakan peluang.
Trent Alexander-Arnold berhasil samakan skor lewat tendangan keras hadiah tendangan bebas pada menit ke-41. Tendangan melengkung Arnold ke pojok kiri atas gawang West Ham tak mampu dihalau kiper Lukasz Fabianski.
Di awal babak kedua, West Ham nyaris kembali unggul andai saja sundulan Craig Dawson memanfaatkan sepak pojok tidak membentur mistar gawang Alisson di menit ke-50. Liverpool merespon ancaman West Ham dengan serangan Sadio Mane saat menit berjalan ke-51. Namun, tendangan Mane hasil umpan silang Andrew Robertson masih mampu ditepis kiper.
Tuan rumah kembali buka keunggulan pada menit ke-67 lewat gol Pablo Fornals. Gol itu bermula dari kesalahan Sadio Mane yang gagal mengontrol bola dengan baik. Usai menerima umpan Fabinho, penguasaan bola Mane tidak maksimal, sehingga direbut pemain West Ham dengan langsung melakukan serangan balik.
Jarrod Bowen menggiring bola hingga area pertahanan The Reds, lalu memberi umpan terobos pada Fornals. Tendangan keras datar Fornals dari luar kotak penalti gagal dihalau Allison. Bola sempat ditepis Allison, namun laju kencang membuat bola tetap masuk ke gawang
Keasyikan menyerang The Reds malah kembali kebobolan. West Ham menambah keunggulan jadi 3-1 lewat tandukan Kurt Zouma. Mantan pemain Chelsea tersebut membobol gawang Alisson dengan sundulan usai manfaatkan sepak pojok Bowen.
Liverpool memperkecil kedudukan lewat pemain pengganti Divock Origi yang memanfaatkan kemelut di depan kotak penalti West Ham di menit ke-83. Drama lima gol tersebut membuat rekor tak terkalahkan The Reds dalam 25 pertandingan terhenti.
Berkat hasil ini, West Ham naik ke peringkat 3 klasemen sementara Premier League dan mengungguli tim yang baru saja mereka kalahkan, Liverpool yang berada di posisi 4. Man City pun berhasil naik ke peringkat 2 dan Chelsea masihberada di puncak. [dan/tur]






