Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan harus mengakui keperkasaan Borneo FC, pada seri ketiga BRI Liga 1 ini, tim Laskar Joko Tingkir dihajar Pesut Etam 2 gol tanpa balas, di Stadion Sultan Agung, Selasa (23/11/2021).
Masing-masing gol Borneo FC tersebut dicetak oleh Fransisco Torres di menit ke-28 melalui titik putih, dan 1 gol sisanya berhasil dicetak oleh Terens Puhiri pada menit ke-77.
Laga pekan ke-13 tersebut membuat Persela Lamongan tercatat telah mengalami kekalahan beruntun 3 kali. Diketahui, sebelumnya Persela juga harus menelan pil pahit kekalahan dari Persib dengan skor 1-3, dan Bali United dengan skor 1-2.
Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan mengungkapkan, jika hasil dari pertandingan kali ini tidak baik bagi Persela. Menurutnya kekalahan ini membuat tim asuhannya semakin mendekatkan diri ke zona degradasi.
“Jujur saja, ini bukan hasil yang baik bagi tim kami, di mana tim kami harus berjuang keras agar terhindar dari zona degradasi. Hasil ini sebenarnya membuat kami semakin dekat dengan zona degradasi,” ungkap Iwan saat konferensi pers.
Oleh karena itu, Iwan mengatakan, jika pihaknya tetap akan melakukan evaluasi dan akan memperbaiki kinerjanya lagi demi mendapatkan hasil yang lebih baik ke depannya.
Tak hanya itu, Iwan juga menuturkan, kekalahan yang harus diderita oleh Persela atas mantan tim asuhannya tersebut salah satunya karena absennya Ivan Carlos.
“Tim kami tidak tampil dalam top performance, terlepas dengan tidak adanya Ivan Carlos hari ini, tapi memang itu salah satu persoalan terbesar di tim kami. Di mana saat kita kehilangan Ivan Carlos, kita tidak punya pemain pengganti yang punya kualitas, yang kira-kira tidak beda jaih dengan Ivan,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela”]
Selain itu, ketidakhadiran Ivan Carlos juga membuat pelatih asal Medan tersebut memutar otak untuk merotasi komposisi pemain mudanya. Bahkan, beberapa pemain Laskar Joko Tingkir tampak harus rela bergeser ke posisi lain guna tim bisa tampil lebih maksimal.
“Seperti Malik yang biasanya dia harus bermain di sayap, tapi hari ini dia harus bermain di striker,” imbuh juru taktik berusia 63 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Iwan juga menyoroti tentang jadwal Liga 1 yang dinilai terlalu padat, sehingga menyebabkan waktu recovery bagi timnya kurang maksimal dan tidak bisa tampil dalam top performance.
“Kami pernah mengalami hal yang sama karena terpaut 3 hari, jadi artinya di sini recoverynya belum cukup untuk tim kami, itu yang saya takutkan, dan ternyata tim kami tidak bisa tampil dalam top performance hari ini,” tandasnya. [riq/but]






