Sumenep (beritajatim.com) – Slamet, pria berumur 100 tahun, warga Jl. Merpati Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, ditemukan bundir di dahan pohon kamboja menggunakan tali tampar.
Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengatakan, yang pertama kali mengetahui lansia ini meninggal adalah cucu menantunya, yakni Rovi. Saat itu Rovi sampai rumah bersama Anis, istrinya.
“Dia mencari kakeknya di dalam rumah kok tidak ada. Kemudian dia berinisiatif mencarinya ke belakang rumah, karena kakeknya ini diketahui sering duduk di area pemakaman yang berada di belakang rumah,” katanya, Rabu (30/04/2025).
Sampai di lokasi, Rovi terkejut melihat kakeknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa pada dahan pohon kamboja menggunakan tali tampar. Ia pun segera memberitahukan kejadian tersebut kepada Mubarokah, anak kandung korban, kemudian ke petugas di Polsek Kota Sumenep.
Petugas dari Polsek Sumenep Kota segera mendatangi dan mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan koordinasi dengan keluarga, mencatat keterangan saksi, serta menyarankan agar jenazah dilakukan otopsi atau visum.
Namun pihak keluarga menolak dan menerima peristiwa ini sebagai takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga korban menyadari bahwa ini adalah peristiwa tanpa adanya unsur kesengajaan dari pihak mana pun. Keluarga juga menegaskan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kejadian tersebut
“Karena menolak visum maupun otopsi, maka keluarga pun menandatangani surat pernyataan penolakan,” terang Widiarti.
Menurut keterangan keluarga, korban dalam beberapa waktu terakhir mengeluh tidak bisa tidur, dan sering mengucapkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Selain itu, perilaku dan bicara korban sering tidak menentu.
“Belakangan ini korban sering menyendiri di area pemakaman. Katanya dia merasa tenang di tempat itu karena memiliki banyak teman,” ungkap Widiarti.
Jenazah korban saat ini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak dan kekeluargaan.
Jika ada keluarga atau teman terdekat yang mengalami gangguan kesehatan mental jangan dijauhi, ada baiknya segera menghubungi ahli seperti psikolog atau ahli yang berkompeten.
[tem/aje]






