Mojokerto (beritajatim.com) – Kakak-beradik warga Dusun Segunung, Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Muhammad Syamsudiyan (34) dan Muhammad Sahril Taufiq (28) tak menyangka akan melaksanakan ibadah haji tahun 2023 ini. Keduanya berangkat menggantikan kedua orangtuanya yang sudah meninggal.
Keduanya tak mengetahui jika kedua orang tuanya telah mendaftar sebagai Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto sejak tahun 2009 lalu. Keduanya mengetahui setelah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menghubungi agar segera melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Kedua orang tuanya, pasangan Samsi dan Suranti terdaftar melalui embarkasi Surabaya. Samsi meninggal tahun 2021 karena sakit dan disusul sang isteri yang meninggal pada bulan April 2023 lalu. Kakak-beradik yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ini tidak mengetahui jika kedua orang tuanya sudah mendaftar.
“Awalnya, saya dikasih tahu teman ada informasi dari Kemenag Kabupaten Mojokerto kalau orang tua saya dipanggil untuk pelunasan haji. Saya bingung, terus saya ke Kemenag dan dikasih tahu orang tua saya dapat panggilan dan diminta pelunasan,” ujar Muhammad Sahril Taufiq (28), Selasa (30/5/2023).
Dodol (panggilan akrab, red) mengaku, tak menyangka jika tahun 2023 ini bisa menjadi tamu Allah SWT bersama sang kakak. Lantaran, bapak dua anak ini merasa bukan orang baik dan taat beribadah. Suami dari Ika Yunita ini berkecil hati dan menolak panggilan yang dinanti-nanti umat muslim seluruh dunia ini.
“Saya ini bukan orang baik, yah hura-hura, minum-minuman, judi, nyawer gitu. Dari kecil juga saya jarang sholat, paling sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Cuman ajaran ortu saya agar menghormati orang yang lebih tua, itu yang saya pegang sampai sekarang. Akhirnya terdorongnya dan saya berangkat menggantikan ibu,” katanya.
Dodol semakin terdorong untuk berangkat menggantikan sang ibu yang wafat saat bulan Ramadan lalu. Meski harus menjual armada truknya untuk melunasi biaya keberangkatan sebesar Rp36 juta. Ia pun saat ini mulai rajin sholat lima waktu sejak menjadi CJH Kabupaten Mojokerto.
Sementara, sang kakak Muhammad Syamsudiyan (34) berangkat menggantikan sang ayah. Suami dari Prida Kustika ini menyiapkan keberangkatan ke tanah suci pada 21 Juni 2023 mendatang dengan sederhana. Hanya persiapan mental dan mempelajari tata cara beribadah haji.
BACA JUGA:
CJH Kabupaten Mojokerto Kloter Terakhir Keberangkatan ke Tanah Suci
22 CJH Magetan Bakal Pakai Kursi Roda
“Bismillah pokoknya, pelajari sedikit-sedikit biar nggak kebingungan. Saya belajar tata cara ibadah haji dari media sosial dan niat dari hati ibadah buat orang tua juga. Orang tua yang mendidik saya dengan keras. Ingat pesan ayah, saya bukan orang tua baik tapi harus hormat dengan yang lebih tua,” ujarnya.
Dian berharap bersama sang adik bisa melaksanakan rukun iman kelima dengan lancar dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur. Selain mempersiapkan mental dan mempelajari tata cara beribadah haji, ia juga berencana membawa foto kedua orang tuanya untuk dibawa ke tanah suci.
“Mudah-mudahan saya diberi kesehatan dan umur panjang biar bisa mendoakan orang tua saya. Iya, saya sudah siapkan foto kedua orang tua saya untuk dibawa ke tanah suci, untuk didoakan. Persiapan baju ihram dan peralatan ibadah haji lainnya juga sudah siap,” pungkas anak mantan Kepala Desa (Kades) Sumberagung 2007-2013 ini. [tin/but]
![Kakak-beradik Mojokerto Ini Tak Menyangka Bisa Naik Haji Kakak-beradik Muhammad Syamsudiyan (34) dan Muhammad Sahril Taufiq (28). [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230530-WA0027_Y8UTuqxc7s-1024x768.jpeg)





