Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 22 CJH Magetan dipastikan memakai kursi roda untuk beribadah di tanah suci. Kondisi mereka yang sudah lansia, tak memungkinkan jika harus berjalan.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan. Dari total 533 calon jemaah haji (CJH), setengahnya merupakan lansia berusia 50 hingga 60 tahun ke atas. Sebanyak 22 di antaranya bakal menggunakan kursi roda.
“Betul setengah dari total 533 CJH yang berangkat itu lansia. 22 orang di antaranya bakal memakai kursi roda untuk menjalankan ibadah haji,” kata Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Kemenag Kabupaten Magetan Imam Subakti.
Pun, sebanyak, 533 jamaah haji ini dibagi menjadi 3 Kelompok Terbang (Kloter). Kloter 13 berisi 85 jamaah berangkat pada Minggu (28/05/2023).
“Kloter 14 mencapai 445 atau satu pesawat berangkat 2 jam setelah kloter 13, serta kloter 44 terdapat 3 jamaah, ikut gabung Kloter Surabaya dan sebagian Wilayah Kerja Madiun,” lanjut imam.
https://beritajatim.com/berita-redaksi/hut-beritajatim-dan-harapan-besar-di-usia-17-tahun/
Imam melanjutkan, seluruh petugas pembimbing haji harus memperhatikan kebutuhan para Tamu Allah. Serta memberikan pelayanan prioritas secara maksimal kepada jamaah lansia.
Pun, CJH harus saling bersinergi, karena tahun ini banyak yang berumur lansia dan berkategori Resiko Tinggi (Resti), ditambah kebijakan pemerintah yang sudah meniadakan adanya pendamping.
“Jaga kesehatan dan rutin minum air putih karena suhu di Arab Saudi berbeda dengan suhu di Tanah Air,” katanya.
“Himbauan kami kepada seluruh jamaah haji bahwa harus memiliki dua niat. Yaitu niat beribadah dan niat saling tolong menolong membantu sesama jamaah. Jamaah haji yang muda harus membantu jamaah haji usia tua. Begitu juga sebaliknya, jamaah haji tua wajib menyayangi jamaah muda,” pungkasnya. [fiq/but]






