Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H/ 2023, KAI menyalurkan santunan untuk para poter di seluruh stasiun dalam naungan Daop 8. Selain berupa paket sembako, KAI Daop 8 Surabaya juga memberikan santunan senilai total Rp65.835.000.
Kegiatan ini untuk menyemangati para porter stasiun dalam memberikan layanan kepada pelanggan di masa Angkutan Lebaran 2023.
Santunan yang diberikan berupa paket sembako gratis senilai Rp315 ribu per paket untuk porter di wilayah kerja PT Daop 8 Surabaya yang dibagikan secara simbolis oleh Deputy EVP Daop 8 Mariyanto didampingi Pengurus PIKKA atau Persatuan Ibu Karyawan kereta Api Daop 8 Surabaya di Stasiun Surabaya Gubeng.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk membantu mencukupi kebutuhan pokok para porter dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Juga memberikan semangat untuk senantiasa membantu pelanggan KA pada masa Angkutan Lebaran tahun 2023 ini.
Baca Juga:
PT KAI Beri Fasilitas Face Recognition Boarding Gate
Masing-masing porter pada kesempatan ini menerima paket sembako gratis berupa beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 2 liter, susu UHT, sarden, teh, snack, dan sarung.
“Adanya pemberian santunan kepada 209 porter, yang terdiri dari 57 porter Stasiun Surabaya Gubeng, 129 porter Stasiun Surabaya Pasarturi, 3 porter Stasiun Wonokromo, dan 20 porter Stasiun Malang ini, para porter dapat semakin semangat melayani serta turut konsisten memberikan prioritas terhadap keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk menjadikan mudik dengan kereta api aman dan berkesan,” ungkap Luqman, Senin (17/4/2023).
Baca Juga:
PT KAI Daops 8 Surabaya Apel Pasukan Angkutan Lebaran 2023
Seperti diketahui sebelumnya keberadaan para porter di stasiun ini tentu sangat membantu para pelanggan KA yang membutuhkan bantuan dalam banyak hal, seperti mengangkat barang bawaan pelanggan di saat keberangkatan atau kedatangan kereta api, bahkan juga sering membantu pelanggan terkait informasi perjalanan serta fasilitas yang stasiun.
Luqman Arif menambahkan, porter tidak mendapatkan gaji dari pihak perusahaan, mereka hanya mengandalkan pendapatan dari penumpang yang memberikan uang dari jasanya. [way/beq]






