Malang (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memberlakukan status Berhenti Luar Biasa (BLB) pada sejumlah perjalanan kereta api usai gempa bumi mengguncang Pacitan, Selasa (27/1/2026). Langkah darurat ini diambil guna memastikan keamanan seluruh sarana dan prasarana sebelum operasional kembali dilanjutkan secara normal.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa guncangan gempa sangat terasa di lintas Bangil (BG)–Wlingi (WG) pada pukul 08.22 WIB. Pihaknya segera berkoordinasi dengan unit terkait guna memeriksa kondisi jalur rel dan jembatan secara menyeluruh di wilayah terdampak.
“Seluruh perjalanan kereta api di wilayah tersebut dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menunggu laporan dari petugas mengenai kondisi prasarana,” ujar Mahendro. Tim di lapangan diterjunkan untuk menyisir setiap meter rel guna mendeteksi potensi kerusakan struktur atau pergeseran bantalan akibat gempa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan ketat petugas, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah tersebut akhirnya dinyatakan aman dan layak lalui pada pukul 09.01 WIB. KAI menegaskan bahwa prosedur pengamanan ini merupakan bentuk prioritas tertinggi terhadap keselamatan nyawa para penumpang dan awak kereta.
“Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dioperasikan. KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat langkah pengamanan tersebut,” jelas Mahendro.
Data resmi KAI menunjukkan terdapat lima perjalanan kereta api yang terdampak langsung oleh kebijakan penghentian operasional sementara ini. KA 269 (Matarmaja) relasi Malang-Pasar Senen tercatat mengalami hambatan durasi paling lama, yakni mencapai 40 menit.
Selain itu, KA 425a (CL Penataran) relasi Surabaya Kota-Malang-Blitar juga harus berhenti selama 35 menit demi menjamin keamanan perjalanan. KA 242f (Ijen Ekspres) relasi Ketapang-Malang menyusul dengan akumulasi durasi keterlambatan selama 29 menit.
Dampak gempa juga menyasar operasional logistik energi, di mana KA 2630 (Betmakola tanker) terpaksa berhenti selama 28 menit. Sementara itu, Plb 167b (Kertanegara) relasi Malang-Purwokerto mengalami penundaan jadwal keberangkatan selama 21 menit dari waktu normal.
KAI memastikan akan terus memantau situasi di lapangan secara berkala untuk mengantisipasi adanya potensi gempa susulan di wilayah Jawa Timur. “KAI terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan di lapangan serta akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api,” tutup Mahendro. [luc/beq]






