Surabaya (beritajatim.com) – Kadispendik Surabaya tidak menjelaskan penyebab nilai PPDB 2023 bisa berubah di menit akhir. Namun, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Surabaya menegaskan jika nilai yang sudah diinput tidak mungkin bisa berubah.
Dihubungi Beritajatim.com, Yusuf Masruh menjelaskan jika input nilai PPDB Jalur Prestasi Non Akademik 2023 dilakukan oleh pihak sekolah yang diakumulasi dari sertifikat milik siswa.
“PPDB jalur non akademik adalah nilai yg diperoleh akumulasi dari sertifikat yang dimasukkan oleh sekolah, perubahan nilai pada saat sudah mendaftar tidak dimungkinkan, karena secara sistem sudah terkunci,” ujar Yusuf saat dihubungi beritajatim.com.
Baca Juga: DPRD Surabaya Panggil Dispendik Soal Nilai PPDB Berubah
Ditanya terkait adanya dua siswa yang mendaftar di SMPN 19 Surabaya nilainya berubah menjadi lebih tinggi saat menit terakhir, Yusuf enggan menjelaskan lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Nilai PPDB Surabaya 2023 tiba-tiba berubah di menit akhir. Hal itu membuat Didik Sutrisno (46) warga Kenjeran Kota Surabaya curiga adanya kecurangan dengan sistem penerimaan jalur prestasi PPDB Surabaya.
Diwawancarai beritajatim.com, Didik Sutrisno mengatakan jika ia mendaftarkan anaknya DJ ke SMPN 19 Surabaya lewat jalur prestasi non akademis pada Minggu (18/06/2023) pukul 11 malam. Dia melihat jika anaknya ada di peringkat 32 dari total 34 siswa yang diterima lewat jalur prestasi.
“Dengan nilai 2.7 anak saya ada di peringkat 32. Ada dua anak yang rankingnya di bawah anak saya dengan nilai sama,” ujar Didik, Selasa (27/6/2023).
Baca Juga: Nilai PPDB Surabaya 2023 Tiba-tiba Berubah di Menit Akhir
Namun, pada hari Senin (19/6/2023) dua anak yang sebelumnya memiliki point 2.7 tiba-tiba nilainya berubah menjadi 2.9. Perubahan nilai itu membuat putra Didik Sutrisno tergeser dan berakhir tidak diterima di SMPN 19 Surabaya.
“Nilai berubah menjelang penutupan. Ini kan aneh. Saya hanya berharap mendapatkan penjelasan. Jangan karena kami ini keluarga tidak mampu maka kami bisa dipermainkan seperti ini,” imbuh Didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ir. Yusuf Masruh saat dikonfirmasi Beritajatim belum memberikan respon.
Sedangkan Kepala Kominfo Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan dirinya akan berkomunikasi dengan Kadispendik.
“Baik saya komunikasikan dengan Kadispendik,” tutur Fikser. (ang/ted)






