Bojonegoro (beritajatim.com) – Kades (Kepala Desa) Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Slamet Riyanto memastikan bahwa pelaku pembuang bayi yang baru berusia 2 jam itu bukan berasal dari wilayahnya.
Pasalnya, ia mengaku telah berkoordinasi dengan bidan desa setempat. Setelah dilakukan pendataan, ada warganya yang sedang hamil, namun belum melahirkan. Sehingga ia menduga bahwa pembuang bayi tersebut berasal dari luar desanya.
“Kalau warga yang hamil ada, setelah saya cek ke bidan belum ada yang melahirkan. Dengan penemuan bayi tadi, (pembuang) dari luar desa,” ujarnya, Sabtu (12/08/2023).
Penemuan bayi tersebut, lanjut dia, berada di tepi jalan turut Desa Kauman – Kadungrejo Kecamatan Baureno. Saksi pertama kali yang menemukan Mat Sedran warga Kadungrejo yang sedang melintas dan mendengar tangisan bayi di tepi jalan.
Bayi tersebut ternyata terbungkus di dalam kardus bekas jajan yang tergeletak di atas rumput tepi jalan. “Setelah ditemukan warga, kemudian dibawa ke rumah saya, selanjutnya saya bawa ke bidan,” ujarnya.
Bayi yang ditemukan itu, kata dia, kondisinya sehat dan sangat cantik. Secara fisik, kondisi bayi normal. Saat ditemukan bayi tersebut masih berlumuran darah. Kondisinya di dalam kardus dan beralas tidur kerudung warna abu-abu. Selain itu dibagian leher terlilit kaos kaki.
Sekadar diketahui, bayi perempuan yang baru berusia 2 jam itu ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan warga yang sedang melintas di jalan turut Desa Kauman – Kadungrejo Kecamatan Baureno. Saat ini bayi dalam perawatan bidan desa di Puskesmas Gunungsari Kecamatan Baureno dalam kondisi sehat. [lus/kun]
BACA JUGA: Bayi Diduga Baru Berusia 2 Jam Dibuang Ibunya






