Probolinggo (beritajatim.com) – Kepala Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Lotvi, secara resmi melaporkan akun TikTok Info Probolinggo ke Polres Probolinggo Kota. Langkah ini diambil setelah akun tersebut mengunggah konten yang dianggap memfitnah, meresahkan warga, dan mencemarkan nama baik dirinya serta keluarganya.
Lotvi menjelaskan bahwa unggahan tersebut menuduh dirinya melakukan pemotongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp15 ribu. “Tuduhan ini sangat tidak berdasar dan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tegas Lotvi.
Menurut Lotvi, konten yang viral itu telah memicu keresahan di tengah masyarakat Desa Jangur. “Video ini memicu kegaduhan dan mengganggu stabilitas sosial desa kami. Ini sangat tidak kondusif dan berpotensi merusak kepercayaan warga terhadap pemerintah desa,” ujarnya.
Lotvi juga mencurigai adanya motif politik di balik penyebaran video tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah memberhentikan salah satu perangkat desa karena kinerja yang dinilai tidak memuaskan. “Kami menduga ada kaitan antara keputusan saya tersebut dengan munculnya tuduhan ini. Sepertinya akun tersebut sengaja dibuat untuk menjatuhkan reputasi saya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak hanya menyerangnya secara pribadi, tetapi juga berpotensi menghambat pembangunan desa yang sedang berjalan. “Jika dibiarkan, hal ini dapat mengganggu program pembangunan yang tengah kami jalankan untuk kemajuan Desa Jangur,” kata Lotvi.
Melalui laporan tersebut, Lotvi berharap Polres Probolinggo Kota dapat segera mengusut kasus ini dan memberikan efek jera kepada pelaku. “Kami ingin agar hukum ditegakkan. Pelaku harus ditindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan,” harapnya.
Di samping itu, Lotvi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi dari media sosial. “Kami mengingatkan warga agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Gunakan media sosial secara bijak untuk hal-hal yang positif,” pungkasnya.
Saat ini, laporan resmi dari Kepala Desa Jangur tengah ditindaklanjuti oleh Polres Probolinggo Kota. Penyidik diharapkan dapat segera mengidentifikasi pelaku di balik akun TikTok tersebut dan mengambil langkah hukum untuk menjaga ketertiban serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. [ada/beq]






