Lamongan (beritajatim.com) – Tentu semua masih ingat dengan biduan cantik asal Lamongan yang kemudian terpilih menjadi Kepala Desa (Kades). Namanya viral di dunia maya dan dikenal seluruh Indonesia pada 2019 lalu, Angely Emitasari, Kades Kedungkumpul Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan.
Di saat pandemi Covid-19 merajalela, Kepala Desa yang akrab disapa Kades cantik tersebut, menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Kedungkumpul dengan membagi-bagikan sembako secara langsung. Hal tersebut ia lakukan sebagai langkah nyata untuk meringankan beban warganya yang terdampak pandemi.
Di saat membagikan bantuan kepada warga, Angely sengaja melakukannya dengan terjun sendiri. Menurutnya, hal itu biasa ia lakukan sembari menyerap aspirasi dari warga. Sebagai Kades, lanjut Angely, ia harus tahu tentang apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh warganya. Serta memastikan siapa saja warga yang lebih berhak menerima bantuan.
Selain itu, Kades cantik berumur 29 tahun tersebut juga melakukan sosialisasi terhadap Surat Intruksi dari Bupati Lamongan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di wilayah Lamongan. Ia berpandangan, bahwa sosialiasi tersebut perlu dilakukan dengan cara pendekatan persuasif yang humanis agar warga tidak panik.
“Karena sudah turun suratnya dari Pemerintah untuk PPKM, jadi kita sosialisasi ke warga-warga sambil melakukan bansos. Terutama bagi keluarga yang kurang mampu dan keluarga yang terindikasi Covid-19.
Ya mudah-mudahan semuanya aman saja mas, karena mengingat musim Pandemi yang kayak gini keadaan begitu sulit, kasihan warga,” ungkapnya kepada beritajatim.com, Minggu (4/6/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppkm-darurat-lamongan”]
Lebih lanjut, sebagai seorang Kades, ia mengaku prihatin terhadap apa yang dirasakan warganya saat kondisi sulit seperti ini. Diketahui, beberapa warga harus rela di rumah saja akibat kehilangan mata pencaharian dan kondisi finansial keluarga yang memburuk. “Saat ini kondisinya ya kalau dikatakan buruk ya buruk mas. Karena mengingat banyak warga yang kesulitan dalam bekerja, jadi ya kasihan,” sambungnya.

Tak hanya melakukan bansos, Kades cantik ini menambahkan, bahwa Pemerintah Desa Kedungkumpul juga telah membuat posko jaga Covid-19 di tiap dusun desanya. “Kita buat posko, jadi ada tes keluar masuknya, untuk yang dari luar sementara kita tutup dulu,” imbuh Kades cantik dari desa yang terletak di Lamongan paling ujung barat tersebut.
Selaku Kades, Angely berharap kepada seluruh warganya agar selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Lalu, seiring dengan program percepatan pemerataan vaksinasi yang ditargetkan Pemerintah, pihaknya juga turut mendukung program tersebut dengan menggalakkan kegiatan vaksin di Kedungkumpul secara bertahap.
“Imbauan untuk warga Kedungkumpul untuk tetap mematuhi prokes, dan tetap di rumah saja saat ini. Jadi lebih baik menjaga diri daripada kalau kita bepergian dan lain-lain nanti malah terjadi yang tidak diinginkan. Untuk vaksin, Alhamdulillah sudah mulai tahap kedua, yang sudah vaksin di Desa Kedungkumpul ini sudah sekitar 65 persen,” tuturnya.[riq/ted]






