Gresik (beritajatim.com)- Pepatah mengatakan carilah ilmu sampai ke negeri China layak disandang oleh Kepala Desa (Kades) Pekalongan Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Gresik, Hariyono.
Kendati usianya menginjak 57 tahun. Namun, semangat belajarnya menuntaskan pendidikan kejar paket C (setara SMA) patut diacungi jempol. Dirinya mengaku bangga menerima ijazah meski telah dikaruniai tiga orang anak.
“Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C memiliki makna yang dalam. Salah satunya menjadi contoh bagi masyarakat, meningkatkan kredibilitas serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya di sela-sela program Jaketku (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah), Kamis (24/7/2025).
Kendati menjabat kepala desa. Hariyono mengaku tidak malu untuk terus belajar. Dirinya mengapresiasi pemerintah daerahnya yang telah menginisiasi program tersebut. Serta berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.
“Jika ada rejeki lebih, dan diberikan kesempatan lagi. Saya memiliki tekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” tutur Hariyono sambil tersenyum.
Kades asal Pulau Bawean itu merupakan dari puluhan dari warga yang menyelesaikan proses pembelajaran kejar paket C yang di Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) melalui program Jaketku.
“Semangat Pak Hariyono patut dicontoh dan merupakan inspirasi bagi yang lain. Usia tak membatasi orang untuk terus belajar, semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat,” ungkap Bupati Fandi Akhmad Yani.
Jaketku merupakan inovasi pemda setempat yang diluncurkan sejak tahun 2022. Program ini membuka jalur pendidikan alternatif bagi warga yang putus sekolah, baik anak-anak maupun orang dewasa.
“Kami ingin agar putus sekolah tidak berdampak buruk bagi masa depan anak-anak Gresik, sekarang program ini terus berkembang. Bahkan kini ada Jaketku Plus yang memuat pelatihan wirausaha untuk 15 pengrajin, dan kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Gresik dan Disnaker untuk program beasiswa S1,” papar Fandi Akhmad Yani. (dny/ted)






