Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris DPW PKB Jatim, Multazamudz Dzikri (Azam) buka suara terkait kasus dugaan penyelewengan dana hibah Pokir DPRD Magetan periode 2019-2024 yang telah menjadi perhatian dan atensi MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Provinsi Jatim.
“Tentunya kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Persoalan siapapun yang terlibat, hukum harus tetap ditegakkan,” tegas Azam kepada beritajatim.com, Selasa (17/2/2026).
Menurut politisi yang juga Anggota Komisi C DPRD Jatim ini, jika ada kader PKB yang terbukti terlibat, pasti partai akan mengambil langkah tegas.
“Prinsipnya, kami mendukung upaya pemerintah dalam memberantas dan bersih-bersih korupsi,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo menyampaikan bahwa diam-diam tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim telah bekerja sama dengan beberapa NGO dan media di Magetan berhasil mengumpulkan kuitansi ‘fee ijon Pokir’ dimana Pokir tersebutlah diduga feenya diminta lebih awal pada kisaran 15 persen dari nilai total Pokir yang diterima.
“Yang lebih mengagetkan lagi adalah dugaan penyimpangan dana hibah DPRD Magetan 2019-2024 tersebut terstruktur, sistematis dan masif serta pastinya diduga ada kebijakan Ketua DPRD Magetan tentunya. Ini yang menjadi endorse narasi utama dalam giat penyimpangan tersebut,” jelas Heru MAKI.
Secepatnya secara kelembagaan MAKI Jatim akan berkoordinasi intensif dengan Aspidsus Kejati Jatim dalam rangka mendorong transparansi dan keterbukaan misteri yang menyelimuti dugaan korupsi dana hibah DPRD Magetan tersebut.
Secara kebijakan internal, Heru juga sudah menyiapkan surat tugas khusus kepada Koordinator Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim untuk mengungkap lebih detail dalam bentuk flow chart kronologis kebijakan awal yang menjadi mens rea (niat jahat) dari dugaan penyimpangan dana hibah DPRD Magetan tersebut.
Heru juga khusus menyampaikan kepada semua NGO/LSM dan rekan media untuk bekerja sama positif dalam rangka mengungkap dugaan korupsi dana hibah DPRD Magetan periode 2019-2014 tersebut.
“Mari kita saling support dan saling memberikan data valid berkenaan dengan dugaan korupsi dana hibah Pokir DPRD Magetan 2019-2024. Dan, saya sendiri juga akan turun bersama tim Litbang MAKI Jatim dalam rangka penajaman data dan alat bukti hukum untuk menjerat pelakunya,” tukasnya.
“Wabil khusus untuk Ketua DPRD Magetan 2019-2024 Suratno yang juga Ketua DPC PKB Magetan, saya hanya berpesan untuk lebih terbuka saja dan pastinya saya akan temui Beliau juga, supaya lebih transparan dan membuka semuanya. Ini karena data awal temuan sudah sangat terbuka,” imbuh Heru.
Heru MAKI juga akan mendorong Kajari Magetan yang baru saja dilantik, Sabrul Iman untuk lebih pro aktif membuka kasus dugaan korupsi terkait dana hibah Pokir DPRD Magetan 2019-2024 dan harus serius mengungkap dugaan korupsi tersebut serta tidak main main. (tok/but)






