Sumenep (beritajatim.com) – Pada Juni 2024, inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Sumenep tercatat tertinggi di 8 kota indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur, yakni sebesar 3,24 persen. Sedangkan inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 1,72 persen. Untuk Provinsi Jawa Timur inflasi y-on-y sebesar 2,21 persen.
“Inflasi y-on-y ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks semua kelompok pengeluaran,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, Kamis (4/7/2024).
Penyumbang utama inflasi Juni 2024 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,44 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Daging Sapi dengan andil masing-masing sebesar 0,61 persen; 0,16 persen; dan 0,10 persen.
“Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya memberi andil 0,95 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan, dan Tissu dengan andil masing-masing sebesar 0,64 persen; dan 0,10 persen,” papar Joko.
Namun untuk inflasi month to month (m-to-m) Juni 2024, Kabupaten Sumenep justru mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Penyumbang utama deflasi Juni 2024 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34 persen.
“Komoditas penyumbang utama deflasi lainnya yakni kelompok tomat, bawang merah dan ketimun dengan andil deflasinya masing-masing sebesar 0,13 persen; 0,11 persen dan 0,05 persen,” terang Joko. [tem/suf]






