Ringkasan Berita:
- Kabupaten Lumajang masih kekurangan 14.359 unit PJU dari target ideal 19.000 unit.
- Biaya pemasangan satu unit PJU sebesar Rp13 juta, total anggaran diperlukan mencapai Rp186,667 miliar.
- Pemkab Lumajang menggunakan skala prioritas untuk wilayah padat dan rawan sebagai langkah sementara.
Lumajang (beritajatim.com) – Jumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, saat ini masih jauh dari ideal. Untuk memenuhi standar, Kabupaten Lumajang seharusnya memiliki 19.000 unit PJU di seluruh ruas jalan umum.
Namun, data Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang menunjukkan bahwa saat ini baru terpasang 4.641 unit PJU. Artinya, terdapat kekurangan sebanyak 14.359 unit yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.
Kepala Dishub Lumajang Rasmin menjelaskan, standar ideal pemasangan PJU adalah satu tegakan lampu setiap 50 meter ruas jalan kabupaten.
“Jadi, kekurangan PJU se-Kabupaten Lumajang itu kurang lebih kalau kita ngomong ruas jalan, itu kan standarnya per 50 meter ada lampu. Nah, ini harus terpasang 19.000 unit baru bisa disebut ideal,” ucap Rasmin, Rabu (20/5/2026).
Rasmin menambahkan, ketentuan standar tersebut belum bisa dipenuhi sepenuhnya karena keterbatasan anggaran. Menurut Standar Satuan Harga (SSH), pemasangan satu unit PJU membutuhkan biaya sekitar Rp13 juta. Jika dikalkulasi, untuk menambah 14.359 unit PJU baru dibutuhkan anggaran mencapai Rp186,667 miliar.
“Kekurangan PJU itu mana kami punya (anggaran) tinggal kapan itu dieksekusi saja. Karena butuh Rp13 juta untuk satu tegakan PJU, tinggal dikalkulasi saja SSH-nya butuh berapa untuk 19 ribu unit itu,” jelas Rasmin.
Dengan kondisi ini, pemerintah daerah terpaksa menggunakan skala prioritas dalam pemasangan PJU. “Tentu dengan segala keterbatasan yang dimiliki kita pakai skala prioritas. Seperti, wilayah yang padat penduduk, kemudian dari sisi kerawanan juga kita dahulukan,” ungkap Rasmin. [has/suf]






