Lamongan (beritajatim.com) – Umat Katolik di Kabupaten Lamongan memperingati Jumat Agung, dengan menggelar ibadah Jalan Salib di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Lamongan, Jumat (3/4/2026).
Pada prosesi tersebut, setiap perhentian Jalan Salib dijadikan momen refleksi mendalam bagi umat, untuk memahami makna pengorbanan serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Asisten Imam Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Bruno Buu, menyampaikan bahwa inti dari ibadah Jalan Salib adalah kesediaan hati dan pikiran umat untuk mengikuti jejak kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus, hingga ke puncak Golgota. “Ibadah hari ini sangat khidmat,” ujar Bruno.
Bruno menjelaskan, perenungan atas penderitaan Kristus mengandung pesan harapan, bahwa setiap kesulitan yang dijalani dengan iman akan bermuara pada kehidupan yang lebih bermakna. Nilai tersebut, menurutnya, relevan dengan kondisi kehidupan saat ini, yang diwarnai berbagai tantangan sosial.
“Kita semakin dekat dengan Tuhan supaya semua permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi dapat teratasi dengan baik, dan memperoleh karunia Tuhan untuk kita hidup berdampingan di dalam kasih,” ujarnya.
Bruno juga mengatakan, kekhidmatan ibadah ini juga didukung oleh situasi keamanan yang sangat kondusif. Hal ini tidak terlepas dari partisipasi aktif berbagai pihak yang menunjukkan semangat toleransi di Lamongan.
“Pihak Kepolisian, TNI, Banser, Satpol PP dan Kesbangpol juga turut serta menjaga kondusifitas di gereja kami,” ucapnya.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama di Lamongan. Ibadah pun dapat berlangsung lancar, memberi ruang bagi umat untuk berdoa dengan tenang dan penuh kekhusyukan. [fak/suf]






