Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih yang baik tentu harus objektif dalam melihat bakat pemainnya, namun lain halnya jika ego yang berbicara, Julio Cesar merupakan kiper yang bisa menjadi contoh korban ego pelatih. Padahal Julio Cesar adalah bagian penting dari tim Inter Milan yang memenangkan treble dibawah asuhan Jose Mourinho pada musim 2009/10.
Ditambah lagi Cesar juga memenangkan total 14 trofi selama waktu dirinya di klub Milan tersebut. Namun petaka terjadi, kepindahannya ke Liga Inggris tidak begitu sukses. Cesar terdegradasi bersama Queens Park Rangers (QPR) dari liga papan atas Inggris, serta bermasalah dengan sang pelatih kala itu yaitu Harry Redknapp.
Dalam sebuah tulisan sebagaimana dikutip dari laman The Players Tribune, Cesar menjelaskan bagaimana karirnya di QPR berjalan tidak sesuai harapan. Cesar menyebut jika pada tahun 2012 setelah tujuh tahun di Inter Milan dia berpikir hengkang ke klub lain.
“Saya tidak pernah berpikir saya akan bermain untuk klub lain. Saya benar-benar tidak pernah berpikir saya akan berakhir di Queens Park Rangers, semuanya sangat sulit. Sebab Inter ingin memangkas pengeluaran mereka dan skuad mulai berantakan. Mereka mencoba menurunkan gaji saya, yang saya rasa tidak adil, jadi saya memutuskan pergi. semuanya sangat menyedihkan.
Julio Cesar tetap bersama klub London barat itu meskipun pada akhirnya harus terdegradasi ke Championship pada 2012/13. Namun, Cesar kehilangan tempat nomor satu dari Robert Green, bahkan saat ia terus tampil mengesankan untuk tim nasional Brasil. Bahkan Cesar menyebut jika ada keinginan untuk pensiun pada musim panas itu setelah dibuat merasa tidak berguna di QPR.
Namun, Cesar pindah ke Toronto FC dengan status pinjaman dari klub London tersebut menjelang Piala Dunia 2014 guna menjaga peluangnya bermain dalam kompetisi di tanah airnya. Setelah itu, Cesar akhirnya bermain konsisten di Benfica, di mana dia bermain 81 kali dan memenangkan enam trofi, sebelum pensiun di Flamengo pada tahun 2018 lalu.
Bahkan dari kisah ini mantan kiper Tottenham, Heurelho Gomes yang juga merupakan kiper asal Brasil, sampai turut buka suara terkait perlakuan Harry Redknapp. Redknapp yang juga pernah menjadi manajer di Spurs itu telah dituduh oleh Gomes sebagai manajer yang begitu membenci pemain asal Brasil. [dan/tur]






