Surabaya (beritajatim.com) – ‘Kejujuran adalah kebijakan terbaik,’ adalah pepatah yang mungkin tidak diikuti oleh orang dewasa, tetapi jika Anda berbicara tentang anak-anak, di sisi lain, kejujuranlah yang Anda dapatkan. Kejujuran yang brutal jika boleh ditambahkan.
Membuktikan hal yang sama, seorang siswa yang ditanya apa itu pernikahan dalam sebuah ujian sekolah, dan jawaban jujurnya yang brutal tidak memberinya nilai apa pun, tetapi esai itu benar-benar menjadi viral.
Dilansir dari Indiatimes.com, sebuah esai yang ditulis oleh seorang siswa tentang topik pernikahan menjadi perbincangan di internet. Seperti yang diposting oleh pengguna Twitter, selama tes IPS, Velu, seorang siswa India, menulis esai yang mendefinisikan apa itu pernikahan. Dan dia melakukannya. Tapi esai itu sangat jujur sehingga dia mendapat nilai nol dari sepuluh, dan justru mendapat catatan dari gurunya yang tertuliskan ‘Tidak masuk akal!’ Ternyata, kejujuran tidak membuat Anda mendapat nilai bagus.
Foto lembar jawaban tersebut menjadi viral di internet. Menariknya, siswa tersebut berpikir bahwa pernikahan terjadi ketika orang tua gadis itu mengatakan kepadanya, “Kamu sudah besar sekarang. Kami tidak dapat memberi Anda makan lagi. Lebih baik pergi dan temukan pria yang akan mulai memberimu makan,” tulisnya dalam tes tersebut.
Siswa itu melanjutkan dan menulis, “Dan gadis itu bertemu dengan seorang pria yang orang tuanya berteriak padanya untuk menikah. Tolong, Anda sekarang sudah menjadi orang besar. Keduanya menguji diri mereka sendiri dan menjadi bahagia.”
Esai ini diakhiri dengan komentar yang berbunyi, “dan mulailah melakukan omong kosong untuk memiliki anak.” Guru itu tampaknya tidak terlalu suka dengan esai itu, tidak seperti warganet di Twitter, dan akhirnya memberinya nilai nol dari sepuluh dan meninggalkan catatan yang berbunyi, “temui saya!.”
Sedangkan esai itu beggitu banyak mendapatkan perhatian yang lebih menyenangkan daripada nilai nol dari guru Velu, dan mendapatkan ROFL (rolling over floor laughing) internet.
Tweet itu jelas menjadi viral dan orang-orang tidak bisa berhenti tertawa. Seorang warganet membagikan gambar untuk mengakhiri esai.
“And they live happily ever after,” seperti mengakhiri cerita dongeng pengantar tidur.
“Ini lucu.. dan saya memang tertawa. Kemudian terlintas di benak saya kekecewaan seperti itu mungkin akan lebih pas di usia yang lebih tua.” menambahkan yang lain.
Warganet lain tidak senang dengan penilaiannya. Mereka menulis, “Nol? Serius! Anak itu pantas mendapatkan setidaknya 5 nilai karena menulis kebenaran untuk sebagian besar kasus di India.” [adg/beq]






