Surabaya (beritajatim.com) – Heraldha Savira, Jubir pasangan calon nomor urut 2 Khofifah-Emil dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur menanggapi laporan aksi vandalisme yang terjadi pada atribut kampanye mereka.
Sebagai respons terhadap insiden tersebut, Heraldha menegaskan, pentingnya menjaga suasana kampanye yang damai dan kondusif, serta mengimbau masyarakat untuk bersikap positif dalam proses demokrasi ini.
“Pilkada adalah ajang untuk menunjukkan kedewasaan politik dan kerukunan, bukan untuk merusak atau menebar kebencian. Kami menegaskan bahwa Ibu Khofifah dan Mas Emil berkomitmen menjalankan kampanye dengan cara yang damai, tanpa melibatkan tindakan destruktif seperti vandalisme,” tuturnya.
Selain itu, Heraldha juga mengimbau agar seluruh masyarakat Jawa Timur tetap menjaga sikap positif dan menghindari tindakan yang bisa memecah belah keharmonisan. “Kami mengajak semua pihak, baik pendukung kami maupun pendukung paslon lainnya, untuk fokus pada visi dan misi yang ditawarkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” tambahnya.
Heraldha menegaskan, bahwa kampanye yang baik seharusnya difokuskan pada peningkatan elektabilitas kandidat berdasarkan program dan rekam jejak, bukan melalui cara-cara yang merugikan pihak lain.
“Elektabilitas yang tinggi tercapai bukan karena menghancurkan atribut lawan, tetapi melalui pendekatan yang mengedepankan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat. Terbukti elektabilitas Khofifah-Emil terus berada di puncak tertinggi dari awal pilkada hingga hari ini menurut enam lembaga survey secara berturut-turut,” jelasnya.
Khofifah-Emil berkomitmen untuk terus menjalankan kampanye yang berbasis pada kepercayaan dan aspirasi masyarakat, dengan mengutamakan kesatuan dan keharmonisan dalam rangka membangun Jawa Timur yang lebih baik. Heraldha berharap insiden ini dapat menjadi pembelajaran agar seluruh pihak dapat lebih bijaksana dalam bertindak sepanjang masa kampanye. [tok/beq]






