Blitar (beritajatim.com) – Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menawarkan pesona Kawasan pesisir selatan Kabupaten Blitar diprediksi bakal kembali jadi magnet saat musim mudik 2026. Melihat potensi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar mengingatkan kepada para pengelola wisata untuk melakukan persiapan guna menjamin kenyamanan dan keamanan para pelancong.
Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar, Eko Susanto, menegaskan bahwa kesuksesan wisata Lebaran tahun ini tidak hanya diukur dari jumlah tiket yang terjual, tetapi dari kualitas pelayanan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar destinasi.
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian serius Disbudpar adalah pengelolaan kantong parkir. Eko mengingatkan para pengelola untuk belajar dari insiden penumpukan kendaraan yang sempat terjadi di wilayah Pantai Gayasan pada tahun sebelumnya.
“Kami tidak ingin peristiwa penumpukan kendaraan seperti di Pantai Gayasan terulang kembali. Oleh karena itu, penyiapan kantong parkir yang memadai dan manajemen arus masuk-keluar kendaraan harus dimatangkan dari sekarang,” tegas Eko Susanto, Rabu (25/2/2026).
Seiring dengan semakin tersambungnya JLS, pantai-pantai di sepanjang jalur tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan secara signifikan. Disbudpar menitikberatkan atensi pada dua aspek fundamental yakni kebersihan dan hospitality (Pelayanan).
Eko mengimbau pengelola untuk memastikan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, dan area kuliner dalam kondisi bersih dan layak. Disbudpar telah menginstruksikan pengelola untuk menjalin koordinasi intensif dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat.
Penyiapan personel tambahan untuk membantu pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan macet juga diperlukan. Selain itu mewajibkan adanya tim sapu bersih sampah agar citra wisata Blitar tetap terjaga di mata wisatawan luar daerah.
“Kita akan tetap monitoring dan standby seminggu sebelum dan selepas Libur Lebaran,” tambahnya.
Langkah proaktif Disbudpar Kabupaten Blitar ini merupakan bentuk deteksi dini terhadap masalah klasik pariwisata saat peak season. Tingginya minat masyarakat terhadap JLS harus diimbangi dengan kesiapan pengelola wisata di lapangan.
Pemerintah daerah tidak ingin momentum Lebaran yang seharusnya menjadi berkah ekonomi bagi warga lokal, justru berubah menjadi keluhan publik akibat kemacetan parah atau tumpukan sampah yang tidak terurus. Selain itu Pemkab Blitar juga akan membuat sejumlah poster berisi prediksi dan imbaun soal iklim serta cuaca. [owi/beq]






