Surabaya (beritajatim.com)- Kacamata memang membantu penglihatan, tetapi pada sebagian orang penggunaannya dapat memicu munculnya jerawat, terutama di batang hidung, pelipis, dan area sekitar mata.
Kondisi ini umumnya terjadi karena kombinasi gesekan pada kulit, penumpukan kotoran, serta perpindahan bakteri dari bingkai kacamata ke wajah.
Salah satu penyebab utama adalah gesekan dan tekanan yang terjadi terus-menerus. Kacamata menempel pada area yang sama selama berjam-jam setiap hari.
Tekanan ringan namun berulang pada batang hidung dan pelipis dapat membuat kulit mengalami iritasi.
Ketika kulit teriritasi, pori-pori lebih mudah tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, sehingga jerawat lebih cepat terbentuk.
Selain itu, bingkai kacamata mudah menjadi tempat menumpuknya minyak, keringat, dan kotoran. Sepanjang hari, bingkai bersentuhan langsung dengan kulit wajah yang secara alami menghasilkan minyak.
Sisa riasan wajah, debu, dan bakteri juga dapat menempel pada permukaan kacamata. Lingkungan yang hangat dan lembap di area tersebut membuat bakteri berkembang lebih cepat dan memicu peradangan kulit.
Faktor lain yang sering tidak disadari adalah perpindahan kotoran dari kacamata ke kulit. Setiap kali Anda menyentuh, melepas, atau membetulkan posisi kacamata, kotoran dan bakteri yang menempel pada bingkai dapat berpindah kembali ke pori-pori wajah.
Jika kacamata jarang dibersihkan, kotoran akan terus menumpuk dan membuat jerawat lebih sulit membaik.
Pada beberapa orang, masalah kulit juga bisa dipicu oleh reaksi terhadap bahan bingkai kacamata. Material tertentu, terutama logam atau pelapisnya, dapat menimbulkan iritasi atau reaksi alergi ringan pada kulit sensitif. Reaksi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, bintik kecil, atau rasa gatal di area yang sering bersentuhan dengan kacamata.
Tidak hanya itu, residu produk perawatan juga dapat berperan. Sisa hairspray, gel rambut, atau tabir surya yang menempel pada bingkai bisa ikut menyumbat pori-pori di sekitar mata dan pelipis, terutama jika bercampur dengan minyak dan keringat.
Untuk mengurangi risiko jerawat, menjaga kebersihan kacamata menjadi langkah penting. Anda disarankan membersihkan kacamata setiap hari menggunakan kain lembut dan pembersih lensa.
Lakukan pembersihan lebih menyeluruh secara berkala pada bantalan hidung dan tangkai kacamata dengan sabun lembut dan air hangat. Selain itu, pastikan wajah dibersihkan dengan baik setelah beraktivitas agar minyak, kotoran, dan bakteri tidak menumpuk di area yang sering terkena kacamata. [Meychel Salsabyla]






