Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai content writer seringkali merasa bingung untuk mencari tema tulisan, atau ide tulisan. Ini disebabkan karena content writer tidak mempunyai pengetahuan tentang beberapa jenis content writing. Dengan bekal pengetahuan jenis content writing, kalian tidak bingung lagi untuk mencari ide tulisan. Berikut ini jenisnya.
List Article
Jika kamu bingung hendak menulis konten apa lagi, mulai dengan membuat list (daftar) tema tulisan. Misalnya pada minggu pertama fokus pada gaya hidup, kemudian minggu selanjutnya fokus pada olahraga, dan seterusnya. Intinya kamu membuat daftar untuk tema atau ide yang hendak dijadikan artikel. Jangan lupa buat headlinenya menarik, agar banyak orang yang penasaran untuk membacanya.
How To Post
Jenis konten ini diawali dengan kalimat tanya ‘How’. Kita sendiri sering bertanya di
Google ‘bagaimana cara…’. Ciri-ciri how to post, selalu diawali kata ‘bagaimana…’. Misalnya judul artikel: ‘Bagaimana menulis secara cepat dan tepat menggunakan microsoft word?’ bagi pembaca yang tidak tahu caranya akan langsung penasaran dengan artikel milikmu.
Why Post
Why post, menggunakan kata tanya ‘Why’ sebagai pengantar tulisan. Kita seringkali mencari alasan dari sebuah tindakan, misalnya aja ‘Mengapa harus hidup minimalis? Ini Alasannya’.
What Post
Pertanyaan ‘Apa?’ lebih ke memberikan informasi pada pembaca. Misalnya, ‘Apa itu Content Writing?’, isi artikelnya pun lebih menjelaskan dengan kalimat deskripsi.
Story Telling
Bercerita ini lebih cocok dan pas jika kamu terapkan pada blog pribadi, karena menggunakan kata ganti orang pertama ‘saya’ atau ‘aku’. Sebab content writing dalam web perusahaan atau bisnis orang lain, tidak disarankan memakai kata ganti orang pertama.
Content Curation
Jika kamu masih bingung dengan beberapa opsi di atas. Kamu bisa membuat artikel dengan mengkurasi banyak artikel. Kamu bisa merangkum menjadi lebih banyak, lengkap, atau ringkas. Bentuknya bisa menjadi list article (listicle), how to post, why post, atau what post.
Rewrite
Rewrite merupakan jenis content writing yang dilakukan dengan menulis ulang sebuah artikel, baik dari bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Ini dilakukan untuk
memicu ide tulisannya. Secara isi pesan tetap sama, namun penyampaiannya yang berbeda. Teknik ini juga sering disebut parafrase.
Itulah beberapa jenis content writing yang bisa kamu lakukan jika kehabisan stok tema atau tulisan. [dan/esd]






