Tuban (beritajatim.com) – Ribuan orang tumpah ruah padati acara peringatan Haul Sunan Bonang yang ke-514 tahun, tak ayal banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memadati sepanjang jalan Kartini, Jalan Veteran, Jalan Sunan Bonang – KH Mustain, Jalan RM Suryo.
Meski banyak PKL yang memadati sepanjang jalan di sekitar Alun – Alun Tuban, masyarakat memiliki tradisi bahwa tidak lengkap jika ke Haul Sunan Bonang tak membeli jenang. Oleh karenanya, pedagang jenang sangat mendominasi di area tersebut.
Jika kita berjalan mengelilingi sejumlah lapak, terdengar suara “cetik cetik cetik” tak lain sumber suara tersebut berasal dari pemotongan jenang yang digunting – gunting.
Orang bisa menyebutnya dengan jenang gunting. Tidak ada alasan lain, kenapa jenang tersebut tidak dipotong menggunakan pisau, sebab dari situlah strategi penjual untuk menarik pembeli dengan suara gunting.
Salah seorang pedagang bernama Lasri, sudah bertahun – tahun ia berjualan jika ada peringatan Haul Sunan Bonang, banyak masyarakat yang berburu jenang usai berziarah di Malam Sunan Bonang.
BACA JUGA: 64 Anak Ikut Khitan Massal Haul Sunan Bonang Tuban
“Sehingga, orang Tuban menyebut ke Haul kok gak beli jenang, seperti itu,” kata Lasri. kamis (11/08/2023) malam.
Tak hanya jenang saja, biasanya pedagang jenang juga menjual aneka rasa macam dodol, kudapan satu ini tidak digunting. Melainkan sudah dibungkus plastik kecil – kecil, biasanya juga banyak ditemui di daerah – daerah lain.

“Jenang itu terbuat dari campuran tepung beras ketan, gula pasir, gula Jawa dan santan,” terang dia.
Lasri juga mengaku telah berjualan selama berhari – hari, sebelum puncak acara pada hari rabu 9 Agustus 2023 hingga berakhir pada hari minggu mendatang tanggal 13 Agustus 2023.
“Udah dari kemarin mbak jualan disini, sampai minggu terus hari seninnya pulang. Nggak pernah tutup mbak, pagi sampai malam ya disini terus,” kata Lasri.
BACA JUGA: Haul Sunan Bonang di Tuban, Wapres: Wali Dekat dengan Allah
Adapun harga dari jenang Gunting ini sendiri berkisar Rp 60 ribu per kilogramnya. Mau Membeli setengah kilogram, Lasri juga tetap melayani dan lebih murah yakni sekitar Rp 30 ribu. “Kalau mau beli seperempat juga bisa, terserah yang beli,” timpalnya.
Sementara itu, penjual lainnya Andi mengaku bahwa jenang gunting merupakan makanan khas yang selalu ada saat perayaan Haul Sunan Bonang. Menurutnya, sejak satu minggu terakhir penjualannya meningkat drastis jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
“Sehari bisa sampai 10 loyang jenang mbak, kalau hari biasa paling cuma 3-4 loyang,” ungkap Andi.
Ia bahkan berani menawarkan beberapa rasa dalam jenang tersebut yakni ada jenang caramel, kelapa muda, wijen dan mocca coffe.
Di tempat yang sama, salah satu pembeli bernama Syifa mengungkapkan, sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap Haul Sunan Bonang pasti membeli jenang untuk dijadikan oleh – oleh keluarga dirumah.
“Rasanya enak, hampir setiap tahun kalau ada haul pasti beli jenang untuk oleh – oleh,” pungkasnya. [Ayu/nap]
![Jenang Gunting Jadi Incaran Peziarah Haul Sunan Bonang Tuban Salah satu pedagang jenang di Haul Sunan Bonang Tuban.[foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230810-WA0032_copy_900x506.jpg)





