Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Carnaval (JFC), karnaval fesyen jalanan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan kembali digelar pada 20-21 November 2021. Namun kini konsep penyelenggaraan JFC ke-19 itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi Covid-19.
“Kami merencanakan dengan konsep hybrid event dengan tema Virtue Fantasy. Virtue Fantasy ini menggambarkan keajaiban-keajaiban di dunia, mengangkat simbol-simbol flora dan fauna,” kata David Susilo, Direktur Event JFC.
Pelaksanaan JFC tetap mengacu pada standar protokol kesehatan. “Harapannya hybrid event ini bakal jadi role model even-even karnaval di Indonesia. Hybrid event ada;ah solusi agar kegiatan ini tetap eksis pada masa pandemi,” kata David.
Jika biasanya peserta JFC mencapai 600 orang dan mereka menggunakan jalan raya sebagai catwalk, kini akan ada pembatasan dan perubahan lokasi acara. Tidak lagi di jalanan, JFC akan digelar di ruang tertutup.
“Jumlah peserta dan undangan offline terbatas, tapi kami membuka seluas-luasnya akses virtual,” kata David. Dengan demikian media-media nasional dan internasional tetap bisa meliput dengan difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Jumlah talent atau peserta dibatasi 15 orang per defile. Kali ini akan ada delapan defile yang akan ditampilkan. “Kalau sebelum pandemi, kami bisa menampung 60 talent per defile. Kali ini kami menekankan kualitas show. Kita akan menikmati kostum peserta secara virtual dan offline secara lebih detail. Nanti talent keluar dari stage satu demi satu, sehingga kami akan menekankan kekuatan detail kostumnya,” kata David.
Peran teknologi akan dominan, baik suara dan pencahayaan. “Kami menggunakan pendekatan teknologi digital. Kami menekankan kemampuan kami dengan teknologi virtual. Kekuatan pencahayaan di sini akan membantu penampilan virtualnya. Nantinya JFC akan dilaksanakan siang maupun malam. Nanti akan ada jeda dari siang ke malam,” kata David.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
David berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 Jember. “Karena ini event nasional dan internasional, penempatan venue harus benar-benar sesuai dengan rekomendasi yang ditetap Satgas Covid,” katanya.
David mengatakan, nantinya JFC menggandeng pelaku-pelaku wisata lokal agar bisa mempromosikan destinasi wisata di Jember. Dengan demikian, wisatawan yang datang tak hanya menyaksikan JFC tapi juga mengunjungi lokasi-lokasi wisata di Jember. [wir/but]






