Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya percepatan pemulihan akses warga di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, mulai menunjukkan hasil.
Jembatan yang sebelumnya ambrol akibat longsor kini kembali berdiri melalui program Jembatan Merah Putih Presisi yang diinisiasi Polres Ponorogo bersama pemerintah daerah. Infrastruktur ini menjadi solusi konkret atas keterisolasian warga, terutama bagi anak-anak yang harus menempuh perjalanan ke sekolah.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program strategis yang saat ini terus berjalan di beberapa titik. Dia memastikan sebagian besar proyek sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Dari 4 itu, 3 yang sudah jadi. Yang satu masih dalam proses pembangunan. 3 yang sudah jadi itu di Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel, lalu Desa Grogol dan Desa Mingging di Kecamatan Sawoo,” kata AKBP Andin, ditulis Rabu (29/4/2026).
Dengan difungsikannya jembatan ini, mobilitas warga kembali normal. Aktivitas ekonomi dan pendidikan yang sempat terganggu kini perlahan pulih. Akses yang sebelumnya berbahaya, terutama saat musim hujan, kini berubah menjadi jalur aman yang bisa dilalui setiap hari.
“Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dengan warga,” katanya.
Warga setempat, Puji Mustikasari, mengaku perbaikan jembatan tersebut sangat membantu kehidupan sehari-hari. Dia menilai kehadiran jembatan ini, jauh lebih aman dibandingkan akses darurat sebelumnya.
“Ya sangat membantu. Karena anak saya sekolah di SD ini. Dulu ada jembatan darurat ya lebih bahaya, dengan perbaikan jembatan ini ya tentunya membantu sekali,” ungkapnya.
Satu jembatan lainnya saat ini masih dalam proses pembangunan di Kecamatan Bungkal. Diharapkan, seluruh proyek Jembatan Merah Putih Presisi dapat segera rampung. Sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Bagi warga Wagir Lor, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. (end/ted)






