Kediri (beritajatim.com) – Jembatan Jongbiru di Kabupaten Kediri diperkirakan bakal tersambung di awal Juni ini. Saat ini, sebagian besar konstruksi telah terbangun.
“Sekitar awal Juni (tersambung), mungkin di tanggal 10-an,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, Sabtu ditulis (1/6/2024).
Kondisi saat ini, progres pembangunan Jembatan Jongbiru telah mendekati 90 persen. Irwan pun optimistis jembatan bisa dilalui di pertengahan Juni.
“Saat ini progresnya sudah 86 persen,” kata Irwan.
Dia melanjutkan, sekarang tersisa 25 meter gelagar (bentang) yang belum selesai dikerjakan. Posisi gelagar di sisi barat, masuk Desa Jabon, Kecamatan Banyakan.
Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Jongbiru, Anugerah Dwi Pamungkas, mengatakan saat ini pihaknya fokus pada penyelesaian gelagar di sisi Jabon. Dia memastikan pekerjaan tersebut selesai dalam waktu dekat.
“Kami masih fokus penyelesaian gelagar sisi Jabon, sebentar lagi juga selesai,” kata dia.
Diketahui, Jembatan Jongbiru merupakan salah satu akses antara kawasan timur dan barat Sungai Brantas Kabupaten Kediri. Selama ini, akses tersebut hanya bisa dilayani via Jembatan Bandar dan Jembatan Semampir sebelum pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri dan Jembatan Wijaya Kusuma Ngadiluwih.
Selain itu, jembatan ini akan menjadi akses menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri dari utara sebelum selesainya proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung. Juga untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas ke barat sungai dengan mengurangi beban Jembatan Semampir.
“Semoga macet dapat dikurangi dengan kembalinya Jembatan Jongbiru,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kediri, Sukadi. [nm/beq]






