Malang(beritajatim.com) – Jembatan Lembahyung yang menghubungkan Kelurahan Mergosono dengan Kelurahan Bumiayu Malang menjadi andalan bagi warga setempat.
Jembatan ini kini tidak bisa digunakan karena sedang direnovasi hingga akhir Desember 2023 nanti.
Menyikapi kondisi itu warga setempat yang tergabung dalam komunitas kerambah membuat rakit dari bambu dan tong kosong serta stereo foam untuk membantu warga dan pelajar yang akan melintas. Rakit ini dibuat secara swadaya untuk membantu warga dan pelajar dari Mergosono ke Bumiayu atau sebaliknya.
“Jadi ini memang inisiatif kami dari komunitas kerambah. Jam operasional pagi sampai 22.00 WIB,” ujar Ketua RT 11/RW 5, Mergosono, Hadi Prasetyo, Selasa, (3/10/2023).
Baca Juga: Ada Perbaikan, Jembatan Pelor Kota Malang Ditutup Selama 7 Hari
Hadi menuturkan keberadaan jembatan sangatlah penting bagi warga. Untuk itu rakit menjadi alternatif lainnya. Sebab jika mencari jalur alternatif lain harus memutar jauh.
Sedangkan untuk menyeberangi sungai Brantas yang ada di Mergosono-Bumiayu lebarnya sekira 30 meter dengan kedalamam sekira 2,5 meter.
“Kalau orang dewasa bisa sampai enam orang (kapasitas Rakit). Kalau anak sekolah ya sampai delapan,” imbuh Hadi.
Salah satu pelajar yang memanfaatkan rakit ini adalah Ridho Sukandi Febrian. Dia adalah Pelajar kelas 8 SMP PGRI 6 Malang. Dia memilih menggunakan rakit karena jika menggunakan jalur alternatif memutar jauh.
“Sejak dua hari ini saya menggunakan rakit penyeberangan. Setelah diberi tahu warga. Saya tidak mau cari alternatif lain karena terlalu jauh kalau memutar,” ujar Ridho. (luc/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”Malang”]






