Jember (beritajatim.com) – Jembatan di Dusun Jereng, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, rawan longsor dan terputus akibat banjir. Jembatan tersebut membelah sungai yang memiliki bentang 20 meter.
“Sungai ini sangat berisiko banjir. Kalau melihat jenis bebatuan di sungai ini, ini bebatuan dari gunung. Ini sangat rawan. Kemungkinan kalau jembatan tidak diproteksi dengan bagus, akan longsor kembali,” kata Bupati hendy Siswanto yang meninjau jembatan itu, Rabu (11/1/2023).
Beberapa hari lalu, terjadi longsor di arah hilir di dekat jembatan. Warga Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji; Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti; dan Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari bergotong royong memasang bronjong dan memperbaiki jembatan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor”]
“Konstruksi bronjong ini sementara, dan tidak terlalu lama lagi akan longsor. Mudah-mudahan bisa berumur agak panjang. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air harus segera mengambil langkah apakah diperbaiki pangkal-pangkalnya saja atau jembatan ini dilebarkan,” kata Hendy.
Jembatan tersebut sudah berusia 15 tahun dan dibangun oleh swadaya masyarakat. “Konstruksi yang ada ini cukup kuat tapi tidak boleh lama-lama. Harus segera dilakukan renovasi” kata Hendy.
Pelebaran jembatan menjadi salah satu opsi, karena jembatan tersebut penting bagi warga di tiga desa. “Jembatan ini jantung (aktivitas tiga desa). Kalau jembatan ini sampai terjadi sesuatu, maka warga tiga desa ini akan terpengaruh dan mereka harus berjalan memutar berkilo-kilometer,” kata Hendy. Siswa sekolah yang dengan jembatan itu tinggal menyeberang, harus berjalan lebih jauh untuk bia belajar.
Namun, pelebaran jembatan memakan tanah warga. “Kalau kita lebarkan, sangat berhubungan dengan lahan milik warga. Kalau warga bisa berkolaborasi, mungkin bisa lebih cepat dan lebih baik,” kata Hendy. [wir/kun]






