Madinah (beritajatim.com) – Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dari kelompok terbang (Kloter) 18 dan 19 telah tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu, 7 Mei 2025, pukul 22.20 waktu setempat (SAT). Dua kloter tersebut terdiri dari 380 orang, yang meliputi 376 jamaah dan 4 petugas kloter.
Kedatangan para jamaah disambut dengan kondisi yang baik dan suasana tertib. Salah satu petugas kloter, Ahmad Zainudin, menyampaikan kondisi terkini para jemaah. “Alhamdulillah, Jemaah haji Kabupaten Jombang dalam kondisi sehat dan lancar. Ini sudah tiba di Madinah. Suhu di Madinah kisaran 30°C. Sekarang kita masih menata koper dan kamar,” kata Zainudin melalui sambungan ponsel pada Kamis, 8 Mei 2025.
Sebelumnya, sebanyak 1.037 calon jemaah haji dari Jombang telah diberangkatkan dari pendapa Kabupaten Jombang pada Selasa, 6 Mei 2025. Angka tersebut merupakan hasil akhir dari proses seleksi kesehatan terhadap total 1.431 calon jemaah yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.150 orang dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan fisik dan mental untuk menunaikan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir, menyampaikan bahwa mayoritas jemaah tahun ini berada pada rentang usia produktif. “Dari 1.037 jamaah, sebanyak 718 orang berusia antara 18 hingga 50 tahun,” ungkapnya.
Ia juga merinci kategori usia lainnya, yakni 176 jamaah berusia 51 hingga 60 tahun, 89 jamaah berusia 61 hingga 70 tahun, 43 jamaah berusia 71 hingga 84 tahun, dan 11 jamaah masuk kategori lansia dengan usia antara 85 hingga 90 tahun. “Jamaah haji termuda kita tahun ini berusia 18 tahun, sementara lansia termuda berusia 85 tahun,” jelas Muhajir.
Proses pemberangkatan jemaah haji asal Jombang tahun ini dibagi ke dalam beberapa kloter. Sebanyak 7 jemaah telah lebih dulu diberangkatkan bersama Kloter 3, sedangkan sisanya dijadwalkan berangkat secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Dengan tibanya kloter 18 dan 19 di Madinah, pemerintah daerah dan pihak Kemenag setempat terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan kelancaran dan keselamatan jemaah selama di Tanah Suci. [suf]






