Madinah (beritajatim.com) – Arab Saudi cukup ketat memberlakukan kawasan bebas asap rokok. Sehingga setiap orang, khususnya jemaah haji Indonesia, tidak bisa sembarangan merokok.
Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, meminta para jemaah haji memperhatikan betul tanda-tanda larangan merokok. Jika sampai abai apalagi menyepelekan, bisa berdampak buruk.
“Jangan sampai merokok di pelataran masjid nanti ditangkap,” ujar Amin.
Pun jika di penginapan, Amin meminta jemaah untuk menjaga kondisi. Sebisa mungkin tidak merokok di dalam kamar.
“Kalau di penginapan itu harus dijaga karena ada alarmnya,” kata Amin.
Selanjutnya, Amin menjelaskan sebenarnya Saudi sangat melarang rokok. Sehingga sangat wajar jika Saudi sangat membatasi ruang bagi perokok.
“Merokok di Saudi dilarang,” kata dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Haji-2022″]
Lebih lanjut, Amin mengharapkan jemaah benar-benar memperhatikan aturan yang diberlakukan Suadi. Tidak hanya di luar ruangan namun juga ketika dalam penginapan.
“Kalau nanti (alarm) bunyi, yang lain jadi panik. Jangan sampai ganggu orang lain dan keamanan diri sendiri,” ucap Amin.
Sebelumnya, jemaah haji diminta untuk memakai sandal ketika berada di pelataran Masjid Nabawi. Ini untuk mencegah kaki melepuh akibat lantai pelataran masjid yang panas.
Saat masuk ke dalam masjid, jemaah bisa memasukkan sandal ke kantong atau tas yang dibawa. Kemudian diletakkan di sampingnya ketika salat.
Imbauan ini disampaikan Kemenag lantaran seringkali jemaah lupa meletakkan sandalnya. Biasanya, jemaah menitipkan sandal di dekat pintu masuk Masjid Nabawi.
Lantaran pintu Masjid Nabawi sangat banyak, jemaah sampai lupa masuk dari mana. Alhasil jemaah kehilangan sandal. (beq/kemenag)






