Ringkasan Berita
- Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang meninggal dunia selama musim haji 2026 bertambah menjadi tiga orang.
- Agung Setiawan (61), warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, dilaporkan wafat saat berada di Mina, Arab Saudi.
- Kemenhaj Bojonegoro masih menunggu laporan resmi terkait penyebab wafatnya almarhum.
- Sebelumnya dua jemaah asal Bojonegoro juga meninggal dunia di Tanah Suci pada Mei 2026.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji tahun 2026 kembali bertambah. Jemaah terbaru yang dilaporkan wafat adalah Agung Setiawan (61), warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, yang meninggal dunia saat berada di Mina, Arab Saudi.
Dengan adanya laporan tersebut, total jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang meninggal dunia selama musim haji tahun 2026 kini mencapai tiga orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Hafith, membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, Agung Setiawan merupakan jemaah yang tergabung dalam Sub Kloter 38.
“Kami menerima informasi bahwa satu jemaah haji asal Bojonegoro kembali meninggal dunia di Tanah Suci,” kata Hafith, Selasa (2/6/2026).
Hafith menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi mengenai penyebab wafatnya Agung Setiawan. Informasi sementara yang diterima menyebutkan almarhum meninggal dunia saat berada di Mina.
“Keterangan resmi dan rekam medis biasanya baru kami terima setelah seluruh proses administrasi selesai dan jemaah kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Sebelum Agung Setiawan, dua jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro telah lebih dahulu meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Jemaah pertama yang wafat adalah Rohmat Ridwan (64), warga Kecamatan Sugihwaras. Ia meninggal dunia di Madinah pada 15 Mei 2026.
Sementara itu, jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Suniti Supardi Said (68), warga Desa Campurejo. Almarhumah wafat pada 29 Mei 2026 setelah mengikuti rangkaian ibadah lempar jumrah.
Dengan bertambahnya satu jemaah yang wafat, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang meninggal dunia selama musim haji tahun ini mencapai tiga orang.
Meski membawa duka bagi keluarga dan masyarakat Bojonegoro, ketiga jemaah tersebut mengembuskan napas terakhir saat menunaikan ibadah di Tanah Suci. Perjalanan spiritual yang mereka jalani menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah SWT hingga akhir hayat.
Pemerintah melalui Kemenhaj Kabupaten Bojonegoro turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, pemerintah berharap seluruh amal ibadah para jemaah yang wafat selama menjalankan ibadah haji dapat diterima oleh Allah SWT serta memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Hingga saat ini, proses pendataan dan koordinasi terkait jemaah yang meninggal dunia terus dilakukan sambil menunggu laporan resmi dari otoritas kesehatan dan penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi. [lim/beq]






