Madiun (beritajatim.com) – Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa memastikan seluruh jemaah haji asal Kabupaten Madiun dalam kondisi sehat menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sebanyak 457 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 24 dan 25 saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah Armuzna yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 hingga 25 Mei 2026.
“Pada saat ini jemaah haji Kabupaten Madiun yang tergabung di Kloter 24 dan 25 itu persiapan Armuzna. Alhamdulillah kondisi jemaah sehat semuanya,” ujar Bisri, Senin (25/5/2026).
Dari total jemaah tersebut, sebanyak 85 orang masuk kategori risiko tinggi (Risti). Meski demikian, Bisri memastikan seluruh jemaah dalam kelompok tersebut tetap aman karena mendapatkan pendampingan khusus dari petugas.
“Mereka sudah ada pendampingnya sehingga ke mana pun dan apa pun yang dilaksanakan sudah dibantu oleh pendampingnya masing-masing,” katanya.
Menurut Bisri, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama petugas sektor juga telah melakukan survei langsung ke lokasi Armuzna untuk memastikan kesiapan fasilitas bagi jemaah asal Kabupaten Madiun.
Pengecekan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari tenda di Mina hingga lokasi wukuf di Arafah. Selain itu, petugas juga memastikan nomor dan posisi pemondokan jemaah agar memudahkan mobilitas selama pelaksanaan ibadah.
“Di Mina itu sekitar dua kilometer dengan maktab sehingga tidak terlalu jauh. Keluar langsung melalui terowongan. Untuk di Arafah juga sudah disurvei dan dipastikan tempatnya,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian teknis dari syarikah atau perusahaan layanan haji di Arab Saudi terkait pola pelayanan selama puncak ibadah berlangsung.
“Kita Indonesia mendapatkan dua syarikah, jadi tinggal menunggu informasi lebih lanjut terkait penempatannya,” tambah Bisri.
Selain kesiapan lokasi, kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius. Bisri menyebut suhu udara saat ini mencapai sekitar 42 derajat Celsius.
“Cuaca sekitar 42 derajat itu sudah luar biasa panasnya. Karena itu jemaah harus hati-hati menjaga stamina,” ungkapnya.
Ia mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas fisik berlebihan, termasuk ibadah sunah yang dapat menguras tenaga seperti umrah sunah atau terlalu sering beribadah di Masjidil Haram.
“Inti perjalanan ibadah haji itu ada di Armuzna. Jadi kami minta jemaah menjaga stamina dan memperbanyak istirahat di hotel. Ibadah di musala hotel juga insyaallah tetap mendapatkan pahala yang sama karena sudah berada di Tanah Haram, tanah suci,” tuturnya.
Bisri menegaskan kondisi fisik yang prima menjadi faktor penting karena rangkaian ibadah di Armuzna membutuhkan tenaga ekstra dan menjadi momen paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji.
Di sisi lain, layanan konsumsi untuk jemaah haji asal Kabupaten Madiun dipastikan berjalan lancar. Menu makanan yang disediakan didominasi masakan khas Indonesia seperti ayam, ikan patin, dan aneka lauk lainnya.
“Semua makanan disamakan, tetapi kalau ada kebutuhan khusus terutama untuk lansia bisa disampaikan ke petugas konsumsi,” pungkasnya. (ted)

as a preferred source on Google




