Gresik (beritajatim.com)– Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Gresik menekankan kepada masyarakat agar bijak bermedsos. Hal yang paling krusial yang rentan terjadi yakni penyebaran hoax dan ujaran kebencian.
Adapun berita hoax serta ujaran kebencian diyakini sangat rentan memancing keributan.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan medsos secara bijak dan bertanggungjawab. Guna menjaga kondusifitas menjelang Pilkada serentak,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Senin (6/5/2024).
Alumni Akpol 2002 ini menambahkan, dirinya juga menghimbau kepada semua elemen masyarakat mengikuti proses demokrasi dengan damai, dan tertib, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks.
“Mari sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Khususnya menjelang pilkada serentak,” imbuhnya.
Selain menekankan bijak bermedsos. Perwira menengah Polri ini juga mengingatkan kepada anggotanya untuk terus memberantas segala bentuk perjudian, baik online maupun offline.
“Tetap waspada dan proaktif dalam memberantas segala bentuk perjudian serta penyalahgunaan narkoba,” ungkap Adhitya.
Dirinya juga mengingatkan untuk berhati-hati terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal yang menawarkan bunga tinggi dan penagihan tidak etis.
“Saya menghimbau masyarakat untuk menghindari pinjaman yang memberatkan dan tidak sesuai dengan kemampuan finansial,” pungkasnya. [dny/aje]






