Mojokerto (beritajatim.com) – Lima hari resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Mohammad Ali Kuncoro bertemu dengan media di Mojokerto Raya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur ini mengajak media tangkal berita hoax jelang Pemilu 2024.
Hal tersebut disampaikan dalam forum Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) Bareng Mas Pj Wali Kota Mojokerto di Pendopo Sabha Kridatama, Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Jumat (15/12/2023). Gerak cepat dan luwes dengan melakukan pendekatan komunikasi dengan elemen strategis pentahelix Kota Mojokerto.
“Media sebagai pilar keempat demokrasi. Netralnya media harus berpihak kepada kepentingan pemerintah dan masyarakat. Terus berikan tulisan-tulisan yang mengedukasi. Saat ini industri media sedang susah-susahnya. Semua berubah menjadi plafon digital,” ungkapnya.
Sebagian besar media-media mainstream, media cetak banyak yang tumbang. Menurutnya tidak hanya surat surat kabar, namun radio juga pernah diramalkan akan mati. Namun kenyataannya masih bisa survive karena ditolong oleh kemacetan lalu-lintas. Semua serba dalam genggaman.
“Dan repotnya media berlawanan dengan orang-orang yang macak media. Saat ini masyarakat semakin nyaman memberitakan apa yang diketahui tanpa dasar penulisan yang benar. Ini menjadi tugas kita bagaimana mengedukasi masyarakat agar tidak mudah memposting dan membagikan yang kandang menjadi sebuah berita hoax,” katanya.
Menurutnya, berita hoax akan semakin bahaya jika disebarkan berulang-ulang kali dan jika dilakukan secara masif pasti orang akan terpengaruh. Menurutnya, Kota Mojokerto kecil dan kepadatannya tinggi sehingga sekali digoyang dengan berita-berita hoax akan bahaya. Ali mengajak seluruh awak media untuk bersinergi dalam pembangunan Kota Mojokerto.
“Sekali lagi, saya minta tolong kepada teman-teman, Mojokerto ini kota yang kecil, penduduknya tidak terlalu banyak namun cabe rawit. Media merupakan bagian penting dalam berjalannya pembangunan daerah. Pembangunan daerah itu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga butuh dukungan pihak-pihak lain termasuk rekan-rekan media,” tuturnya.
Karena pentahelix dalam pembangunan daerah itu salah satunya adalah media. Media memiliki peran untuk memberikan informasi yang positif kepada masyarakat. Terutama informasi terkait program dan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
“Saya berharap media untuk memperkuat sinergi, menjadi speaker dalam menyampaikan kemajuan pembangunan di Kota Mojokerto. Selain menjadi media informasi, media juga harus mampu menjadi sarana pendidikan sekaligus penyambung lidah masyarakat dengan berperan sebagai kontrol sosial,” harapnya.
Sebagai media informasi, media diharapkan harus mampu menyuguhkan pemberitaan sesuai dengan kode etik jurnalistik. Dengan liputan yang mendalam, penyajian pemberitaan yang berimbang dan menarik, serta diperkuat dengan data yang akurat.
Ia pun memberikan kesempatan yang terbuka untuk media memberikan kritik yang membangun bagi kemajuan Kota Mojokerto. Dengan harapan ke depan kritik dan masukan bisa menjadi evaluasi demi kebaikan masyarakat Kota Mojokerto. Pengawasan media dapat dilakukan melalui kritik yang konstruktif, koreksi dan saran.
“Terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Kontrol sosial ini harus diperankan secara baik dalam koridor aturan dan etika. Sinergi yang telah terjalin antara Pemkot Mojokerto dengan insan pers terus ditingkatkan demi terwujudnya Kota Mojokerto yang terus tumbuh, berkembang dan berdampak positif untuk masyarakat,” pungkasnya. [tin/ted]






