Banyuwangi (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1947 yang berdekatan dengan momen hari raya idul fitri, masyarakat yang berdomisili di Bali memilih mudik lebih awal.
Mereka berbondong-bondong melakukan penyeberangan dari Gilimanuk Bali ke Ketapang, Banyuwangi. Meski arus mudik menjelang Nyepi meningkat perlahan secara signifikan, namun kondisi di pelabuhan terpantau cukup kondusif.
Salah satu penumpang Eka Rusmawati mengaku, memilih pulang H-7 hari hari raya. Mengingat tahun ini lebaran mendekati hari nyepi, pihaknya berniat lebih lama untuk pulang ke kampung halaman.
“Di Bali sudah persiapan nyepi, jadi kami pilih pulang sekalian persiapan hari raya di kampung,” ujarnya.
Perempuan asal Jember tersebut mengaku, arus mudik terpantau cukup tinggi namun selama melakukan perjalanan ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih sangat aman tanpa kendala.
“Kebetulan tidak ada kendala, baik motor maupun pejalan kaki juga aman tidak ada antrean yang sangat mengular,” tuturnya.
Ibu dua anak menambahkan, meski tidak setiap tahun melakukan perjalanan mudik namun dia merasa semua armada sangat tercukupi bagi penumpang. Terlebih, tahun ini bertepatan dengan dua momen perayaan hari besar. Tentunya peningkatan jumlah penumpang akan lebih padat.
“Kalau umat muslin di Bali mulai arus balik ke jawa. Sedangkan turis mancanegara justru datang kesana. Semua masih aman, mulai dari ticketing juga tertata. Harapannya baik dari ketapang dan gilimanuk tetap memberlakukan ketertiban agar penumpang aman dan nyaman,” pungkasnya. [alr/but]






