Jakarta (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji mengatakan, Bahlil Lahadalia hampir dipastikan akan melenggang dan ditetapkan menjadi Ketum Partai Golkar pada Munas XI yang dibuka sore ini oleh Presiden RI Joko Widodo.
Pasalnya, Bahlil sudah memiliki modal dukungan sebanyak 469 pemillik suara dari total 558 pemilik suara.
“Artinya, kalaupun sisa pemilik suara itu diberikan kepada calon lain, itu tidak sampai 30 persen. Sehingga, pasti tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum Partai Golkar,” kata Sarmuji kepada beritajatim.com di arena Munas Golkar, Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (20/8/2024).
Tampilnya Bahlil sebagai satu-satunya calon ketua umum Partai Golkar yang memenuhi syarat dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar seolah menjadi pertanda bahwa Partai Golkar sukses melakukan ‘Shifting Generation’ atau Pergeseran Generasi.
Dibandingkan para ketua umum Partai Golkar sebelumnya, lanjut Sarmuji, usia Bahlil jauh lebih muda. Bahkan, dibanding para bakal calon ketum yang sempat muncul namanya ke publik, usia Menteri Investasi dan BKPM itu lebih muda kisaran 10 hingga 15 tahun. Termasuk juga jika dibandingkan dengan Bamsoet (Bambang Soesatyo) maupun Agus Gumiwang (Plt Ketum).
“Tampilnya Bahlil tentu membuka wajah baru ini untuk membuka ruang baru bagi pemimpin baru,” jelasnya.
Ia memandang Bahlil punya karakter dan profil yang memungkinkan wajah partai juga bisa berubah. Mengingat selama ini Partai Golkar dikenal sebagai partai yang establish, partai yang mapan dan orang-orangnya juga mapan, termasuk tokoh tokohnya juga mapan, bahkan orang tuanya juga berlatar belakang orang mapan
“Bahlil akan menjadi sosok yang berbeda. Dia akan menjadi anak rakyat yang memimpin partai elite,” tutur politikus asal Surabaya ini.
Ia mengakui shifting generation itu sebenarnya sudah dimulai Partai Golkar, khususnya dari kader partai yang duduk di legislatif baik di tingkat pusat (DPR) maupun daerah (DPRD) dengan tampilnya generasi muda menempati jabatan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
“Mudah-mudahan dengan tampilnya Pak Bahlil shifting generation itu bisa lebih pasti,” pungkas Sarmuji. [tok/beq]






