Lamongan (beritajatim.com) – Kabar kurang baik menimpa Persela Lamongan. Pasalnya, menjelang kontra Madura United pada Sabtu (5/2/2022) nanti, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini justru mengalami krisis pemain.
Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh juru taktik Persela Jafri Sastra. Menurutnya, alasan krisis pemain yang dialami timnya ini cukup beragam. Akibatnya, hanya ada 14 pemain saja yang mengikuti Official Training (OT) sebelum kontra Madura United kali ini.
“Tadi pagi kami berlatih di OT hanya dengan 14 pemain, dengan catatan ada 4 pemain kami yang terpapar Covid-19 ketika menjelang kami berhadapan dengan Arema FC kemarin,”
“Kemudian ada 3 yang demam, ada 1 yang cedera, dan ada satu lagi yang izin hari ini, karena harus ke Yogyakarta, karena ada keluarganya yang sedang sakit,” kata Jafri Sastra, saat konferensi pers jelang pertandingan.
Oleh sebab itu, Jafri menjelaskan, bahwa ke-4 pemain Persela yang terpapar Covid-19 ini kini harus menjalani karantina dan menjalani tes Swab PCR. Hal itu guna memastikan mereka sudah sembuh dari Covid-19 atau belum.
Sementara untuk pemain lainnya yang demam, lanjut Jafri, untuk sementara harus beristirahat. Mereka adalah Jose Wilkson, Risqki Putra Utomo (Boski), Ricky Ohorella dan Fathoni. Sedangkan yang cedera adalah Nasir.
Lebih lanjut, pelatih berusia 56 tahun tersebut mengatakan bahwa kembali meningkatnya kasus Covid-19 membuat klub berada dalam situasi sulit, karena banyak pemain yang terpapar. Selain itu, Jafri mengaku, ia merasa was-was jelang laga kontra Madura United nanti.
“Sepertinya semua tim menghadapi hal-hal yang berat, khususnya ketika Covid-19 melanda lagi ya. Jujur kami juga was-was ini hasilnya seperti apa, kami tunggu, cukup was-was ya. Kalau masalah kompetisi jalan tidak jalannya, tentu LIB dan PSSI punya rencana sendiri, punya program sendiri,” ucap Jafri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela-lamongan”]
Jafri berharap, ke depan tidak ada lagi pemainnya yang positif Covid-19, sehingga pertandingan Liga 1 ini bisa tetap digelar dengan aman dan kondusif.
“Harapannya, tidak terjadi apa-apa. Kalaupun terjadi apa-apa, nanti tentu kita akan serahkan ke manajemen. Kalau ada lagi pemain yang terlibat Covid-19, tentu kami serahkan ke manajemen, dan manajemen akan melanjutkan pembicaraan ke PT LIB,” jelasnya.
Sekadar diketahui, dari informasi terakhir juga menyebutkan, ada 19 pemain dan 5 ofisial dari kubu Madura United yang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga hal ini juga menyita banyak pikiran tim asal pulau garam tersebut.
Jumlah anggota Madura United yang terpapar Covid-19 tersebut merupakan jumlah terbanyak di antara klub peserta BRI Liga 1 2021/2022 lainnya. Tentu saja, ini berpengaruh terhadap kondisi psikologis para penggawa Laskar Sape Kerrap.[riq/ted]






